Menhub Pastikan Stasiun Gambir Layani KRL, Mau Tambah Lintasan

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi memastikan Stasiun Gambir ke depan tidak hanya melayani kereta api jarak jauh, tetapi juga bakal menjadi stasiun nan melayani KRL Commuter Line. Langkah ini menjadi bagian dari proyek beautifikasi Stasiun Gambir nan ditargetkan rampung dalam dua tahun.

Menurut Dudy, proyek tersebut merupakan pengarahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, nan menginginkan Stasiun Gambir tampil sebagai wajah baru jasa perkeretaapian nasional. Nantinya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal menjadi leading sector dalam penyelenggaraan proyek tersebut.

"Beautifikasi Stasiun Gambir. Itu Bapak Presiden berambisi bahwa kita bisa melakukan beautifikasi terhadap Stasiun Gambir, kelak leading sector-nya adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI). Di mana nantinya diharapkan, dengan penampilan terbaru Gambir, itu bakal menjadi semacam etalase alias wajah baru dari pelayanan perkeretaapian kita," kata Dudy dalam media briefing di Jakarta, dikutip Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, perubahan terbesar adalah penggabungan jasa kereta jarak jauh dengan KRL di Stasiun Gambir. Namun, jumlah perjalanan KRL nan bakal berakhir di stasiun tersebut tetap bakal dikaji lebih lanjut.

"Nanti Gambir juga nan selama ini melayani kereta jarak jauh bakal dikombinasikan dengan jasa KRL. Mengenai berapa jumlah KRL, kelak kita bakal memandang kondisinya. Namun, dipastikan jasa Gambir bakal melayani kereta jarak jauh maupun kereta listrik alias KRL," ujarnya.


Dudy mengatakan, integrasi tersebut bermaksud memperkuat konektivitas antarmoda sehingga memudahkan masyarakat beranjak dari KRL ke kereta api jarak jauh maupun sebaliknya.

"Gambir itu untuk memberikan gimana kita melayani masyarakat dengan konektivitas. Jadi KRL berhenti, kemudian juga bisa dilayani oleh kereta jarak jauh. Jadi konektivitas nan mau kita jadikan Gambir sebagai etalase konektivitas," tutur dia.

Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah juga bakal menambah jumlah jalur kereta di Stasiun Gambir.

"Yang pasti ada penambahan jumlah track untuk menampung kereta jarak jauh dan juga KRL," ucap Dudy.

Saat ini, lanjutnya, PT KAI tengah menyelesaikan tahap akhir perencanaan dan kreasi proyek beautifikasi tersebut. Pemerintah menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun.

"Sekarang ini PT KAI sedang finalisasi perencanaannya, desainnya. Dan seperti disampaikan Direktur Utama KAI, targetnya dua tahun penyelesaiannya. Kita pastikan finalisasinya dilakukan," ujarnya.

Senada, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Allan Tandiono menyampaikan, proses penyusunan kreasi tetap terus dimatangkan oleh PT KAI.

"Terkait beautifikasi Gambir, sekarang ini PT KAI sedang finalisasi perencanaannya, desainnya, dan seperti disampaikan oleh Dirut KAI, targetnya dua tahun penyelesaiannya," kata Allan.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya