Pengumuman! Bahlil Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi US$ 13/MMBTU

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turun tangan mengenai nilai gas untuk kebutuhan industri di dalam negeri. Pada intinya, nilai gas nan dibeli industri melalui Liquefied Natural Gas (LNG) turun menjadi US$ 13 per millions of british thermal unit (mmbtu) dari nan sebelumnya US$ 20 - US$ 23 per mmbtu.

Bahlil menyampaikan, bahwa dalam 20 hari terakhir pihaknya sudah menerima aspirasi dari asosiasi pelaku industri termasuk gas bumi di Indonesia. Atas dasar itu, pihaknya langsung merumuskan beberapa langkah untuk mengatasi masalah industri dan memastikan lapangan pekerjaan tidak terganggu dengan nilai gas.

Oleh lantaran itu, pemerintah menetapkan langkah mengenai nilai gas. Diantaranya nilai gas bumi tertentu (HGBT) nan tetap US$ 6,5 - US$ 7 per mmbtu. "Kita berambisi itu dengan pak Simon (Dirut Pertamina) dan PGN ini tidak mengenakkan semua jika mau menyelamatkan. Untuk HGBT US$ 6,5 US$ 7 per mmbtu," terang Bahlil saat Konfrensi Pers di Gedung DPR, Senin (29/6/2026).

Adapun untuk gas pipa industri nan kilangnya berada di Jawa harganya pun tetap US$ 9,6 per mmbtu. Bahlil menegaskan, nan terjadi saat ini adalah lantaran adanya penurunan produksi kilang di Jawa Barat dan Jawa Timur dan DKI, akhirnya nan terjadi industri menggunakan LNG dari Papua-Sulawesi dan Kalimantan dengan nilai pasar ialah US$ 20 - US$ 23 per mmbtu. "Makanya teman-teman industri meminta pemerintah turun tangan," tegas Bahlil

Atas perihal ini, berasas pengarahan Presiden RI Prabowo Subianto, kata Bahlil, pemerintah memutuskan untuk menurunkan nilai gas LNG menjadi US$ 13 per mmbtu. "Atas pengarahan Presiden kami perintahkan, masukan itu US$ 15-16 dolar per mmbtu tapi kita hitung turunkan jadi US$ 13 per mmbtu. Dari US$ 23 jadi US$ 13,"

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya