Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menurunkan hujan di area Gunung Bromo belum dapat dilakukan. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung penanganan kebakaran di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, berbareng bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Minggu (9/8/2026).
Kata dia, untuk mempercepat pengendalian kebakaran, tiga helikopter telah dioperasikan untuk mendukung pemadaman dari udara (water bombing), khususnya pada titik-titik api nan berada di area dengan kelerengan dan medan nan susah dijangkau oleh pasukan darat.
Sementara, pasukan darat tetap melakukan pemadaman secara langsung sekaligus membikin sekat bakar untuk membantu mengendalikan dan mencegah penjalaran api.
Dalam kunjungan itu, Raja Juli menyampaikan, Operasi Modifikasi Cuaca belum dapat dilakukan dalam 10 hari ke depannya (sejak 9 Agustus 2026).
Apa argumen sebenarnya?
Hal itu, jelasnya, lantaran Operasi Modifikasi Cuaca sangat berjuntai pada kesiapan awan potensial nan mempunyai kandungan uap air. Serta, karakter mikrofisika nan memadai untuk dilakukan penyemaian.
"Terkait penyelenggaraan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), berasas hasil koordinasi, obrolan teknis, serta kajian kondisi atmosfer nan disampaikan oleh BMKG, dalam periode sekitar 10 hari ke depan kondisi meteorologis diperkirakan belum mendukung penyelenggaraan OMC secara efektif," kata Raja Juli dalam keterangannya, dikutip Senin (10/8/2026).
"Berdasarkan prakiraan BMKG, dalam periode tersebut potensi pertumbuhan dan kesiapan awan sasaran nan memenuhi kriteria operasional diperkirakan relatif terbatas, sehingga kesempatan keberhasilan penyemaian awan untuk menghasilkan alias meningkatkan curah hujan belum optimal," sambungnya.
OMC, tambahnya, bukan merupakan proses menciptakan hujan dari kondisi atmosfer nan tidak berawan. Melainkan, upaya mengoptimalkan proses pembentukan hujan pada awan nan secara alami telah tersedia dan memenuhi persyaratan tertentu.
"Karena itu, pelaksanaannya kudu mempertimbangkan secara jeli dinamika atmosfer, kelembapan udara, arah dan kecepatan angin, pertumbuhan awan konvektif, serta kandungan air dalam awan," tukasnya.
"Atas dasar pertimbangan teknis tersebut, OMC untuk sementara belum direkomendasikan untuk dilaksanakan dalam 10 hari ke depan. Kondisi atmosfer dan potensi awan bakal terus dipantau dan dievaluasi berbareng BMKG. Apabila berasas perkembangan prakiraan cuaca terdapat window of opportunity alias periode dengan kondisi atmosfer nan lebih mendukung, kesiapan penyelenggaraan OMC dapat segera disesuaikan," terang Raja Juli.
Dengan demikian, ucapnya, keputusan penyelenggaraan OMC dilakukan berasas kajian ilmiah dan kondisi atmosfer aktual.
"Agar operasi nan dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, serta memberikan tingkat efektivitas nan optimal," kata Raja Juli.
Penutupan Total di Semua Pintu Masuk Kawasan Gunung Bromo
Di sisi lain, Raja Juli pun menginstruksikan penutupan sementara secara total area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyusul kebakaran nan terjadi di area tersebut sejak 3 Agustus 2026 kemarin.
Penutupan itu diumumkan Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha lewat surat nan dikeluarkan pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Penutupan diberlakukan untuk kunjungan wisata dari semua pintu masuk.
Hingga hari ini, Senin (10/8/2026), belum ada info terbaru kapan penutupan itu dicabut.
"Penutupan dilakukan sebagai langkah untuk memastikan seluruh unsur dapat memusatkan perhatian pada upaya pemadaman kebakaran sekaligus mengantisipasi potensi munculnya kebakaran di letak lain. Selain itu, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama," ujar Raja Juli.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (pakai rompi) berbareng Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan peninjauan langsung penanganan kebakaran di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). (Dok. Kemenhut) Foto: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (pakai rompi) berbareng Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan peninjauan langsung penanganan kebakaran di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). (Dok. Kemenhut)
Berlaku Mekanisme Refund-Reshedule
Sementara, BB TNBTS dalam unggahan di akun IG resminya mengumumkan pemberlakuan Refund dan Reschedule Kunjungan Wisawatan Terdampak Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan).
"Sehubungan dengan penutupan sementara area Bromo akibat kebakaran rimba dan lahan, visitor nan mempunyai agenda kunjungan mulai 9 Agustus 2026 - 11 Agustus 2026 (atau hingga area kembali dibuka) dapat memilih opsi reschedule alias refund," tulis @/bbtnbromotenggersemeru.
(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·