Menko Polkam dan Gubernur Agustiar Sabran Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kalteng

57 menit yang lalu 2

MENTERI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (31/7/2026).

Ada beberapa perihal nan dibahas dan memperkuat strategi antar Pemerinah Pusat dan Daerah, salah satunya soal kebakaran rimba dan lahan (Karhutla). Maklum saja, Karhutla menjadi perhatian unik lantaran saat ini sedang terjadi musim kemarau.

Menko Polkam berbareng Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengunjungi Kabupaten Kapuas. Diterima dengan baik oleh Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, Wakil Bupati Kapuas Dodo, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas.

Hadir juga dalam pertemuan itu jejeran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, TNI-Polri, serta sejumlah bupati dan wakil bupati se-Kalteng.

Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah, mempunyai posisi strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nsantara (IKN) di masa sekarang dan masa depan Indonesia.

“Karena itu, penanganan Karhutla, pemberantasan pertambagan tanpa izin, illegal logging, penyelesaiian bentrok agraria, hingga penguatan koordinasi lintas sektor kudu terus ditingkatkan. Ini krusial Kalteng menjadi penopang ketahanan pangan, energi, dan pelestarian lingkungan,” tegasnya.

Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengusung konseop Presiden of Solutions.

“Pemerintah pusat dan wilayah bersinergi, berorientasi pada penyelesaian beragam persoalan masyarakat secara cepat, tepat, dan terukur melalui program-program prioritas nasional,” katanya.

Sementara itu,  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, menegaskan pihaknya terus mengoptimalkan operasi pemadaman melalui darat dan support dari udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menambah armada pesawat, pemenuhan stok bahan semai, serta elastisitas penyelenggaraan operasi hingga malam hari.

Ia juga menyetujui penambahan armada pesawat OMC untuk memperluas pangkalan operasi dengan menempatkan tambahan pesawat di Pangkalan Bun.

Upaya tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesempatan terjadinya hujan di wilayah terdampak sehingga mempercepat proses pemadaman, mempercepat pendinginan lahan gambut, serta mencegah meluasnya kebakaran.

“Saya ijinkan juga jika ada penambahan kemudian saya ijinkan juga penambahan satu di Pangkalan Bun satu, di sini (Tjilik Riwut) satu,” terangnya.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memaparkan kondisi umum serta potensi wilayah nan didukung sumber daya alam melimpah di sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, perikanan, hingga pertambangan.

“Kalimantan Tengah mempunyai potensi nan sangat besar untuk mendukung program strategis nasional. Namun, beragam tantangan seperti Karhutla, pertambangan tanpa izin, illegal logging, dan bentrok agraria kudu ditanani secara berbareng melalui kerjasama semua stakeholder baik pemerintah pusat dan daerah,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan sinergi antar pemerintah pusat, Pemprov Kalimantan Tengah, pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan, mengendalikan Karhutla, dan mendukung pembangunan berkepanjangan di Kalimantan Tengah. (RO/Z-2)

Selengkapnya