Menlu Sugiono: Kredibilitas ASEAN Bergantung pada Manfaat Nyata bagi Masyarakat

21 jam yang lalu 3
 Kredibilitas ASEAN Bergantung pada Manfaat Nyata bagi Masyarakat Para Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN berpotret berbareng dalam upacara pembukaan Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN di Pasay City, Metro Manila, Filipina, pada 21 Juli 2026.(Anadolu Agency/Daniel Ceng )

MENTERI Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa masa depan dan kredibilitas ASEAN sangat berjuntai pada keahlian organisasi tersebut dalam mentransformasi beragam komitmen menjadi faedah nyata bagi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas di kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam sesi pleno Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers' Meeting/AMM) nan diselenggarakan di Manila, Filipina, pada 20-24 Juli 2026. Menurutnya, meski ASEAN telah berkembang pesat dalam beberapa dasawarsa terakhir, tantangan sesungguhnya terletak pada penerapan kesepakatan.

"ASEAN telah membuktikan bahwa organisasi ini bisa berkembang. Sekarang pertanyaan nan lebih menantang: apakah ASEAN bisa memenuhi janji-janjinya?" ujar Menlu Sugiono.

Stabilitas Kawasan dan Hukum Internasional

Sugiono menilai kredibilitas ASEAN diukur dari kemampuannya menjaga perdamaian berasas norma internasional. Dalam kaitan ini, Indonesia mendesak percepatan penyelesaian Code of Conduct (CoC) di Laut Cina Selatan pada tahun ini.

Ia menekankan bahwa patokan tersebut kudu efektif, substantif, dan selaras dengan norma internasional, terutama Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982. "Masyarakat kita telah menunggu selama 24 tahun untuk hadirnya patokan di laut. Mereka tidak semestinya menunggu satu tahun lagi," tegasnya.

Perlindungan Warga Negara dan Kerja Sama Eksternal

Selain rumor keamanan, Indonesia mengusulkan pembentukan ASEAN Heads of Consular Affairs Division Forum. Forum ini bermaksud memperkuat koordinasi perlindungan penduduk negara personil ASEAN nan berada di luar negeri, khususnya dalam situasi darurat alias konflik.

Menghadapi dinamika geopolitik global, Sugiono mendorong mitra eksternal ASEAN untuk konsentrasi pada kebutuhan riil kawasan, seperti:

  • Penanganan krisis global.
  • Ketahanan pangan dan energi.
  • Penguatan rantai pasok regional.

Capaian AMM ke-59

Dalam pertemuan tersebut, para menteri luar negeri secara resmi menerima Turki sebagai Mitra Wicara ASEAN nan baru. Selain itu, disahkan sejumlah arsip strategis, termasuk Joint Communique, pernyataan mengenai situasi di Timur Tengah, serta pedoman mengenai Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC).

Menjelang peringatan 60 tahun ASEAN pada 2027, Sugiono mengingatkan pentingnya penguatan sumber daya organisasi demi mencapai Visi Komunitas ASEAN 2045. "Pekerjaan sesungguhnya baru dimulai. Pertanyaannya bukan seberapa jauh ASEAN telah melangkah, tetapi apakah masyarakat kita betul-betul dapat merasakan manfaatnya," pungkasnya.

Pertemuan AMM ke-59 di bawah keketuaan Filipina ini mengusung tema "Navigating Our Future, Together", nan menjadi momentum krusial bagi negara-negara personil untuk memperkuat integrasi regional di tengah tantangan dunia nan semakin kompleks. (Fer/I-1)

Selengkapnya