Mensesneg Benarkan Kemungkinan Anggaran MBG Diturunkan

14 jam yang lalu 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan adanya kesempatan penurunan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini sejalan dengan upaya perbaikan tata kelola dan efisiensi nan tengah dilakukan oleh pemerintah.

"Jadi begini, jika pertanyaannya berkenaan dengan anggaran MBG, Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) juga sudah menyampaikan bahwa ada kemungkinan setelah proses perbaikan di manajemen alias di ketua BGN dan setelah ada proses pengesahan data, ada kemungkinan bakal terjadi penurunan kebutuhan anggaran MBG," kata Prasetyo kepada di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Sebelumnya, Purbaya juga memastikan adanya pemotongan pada anggaran program senilai Rp268 triliun tersebut. Namun, Purbaya tetap bakal melakukan pertemuan terlebih dulu dengan ketua BGN.

"Saya mau ketemu Ketua MBG minggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini. Tapi nan jelas kemungkinan ada penurunan," ujar Purbaya saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, dikutip Selasa (21/7/2026).

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari juga belum bisa membeberkan perincian nomor penurunan anggaran ini. Namun dia memastikan anggaran ini bakal berjuang jauh dari nomor awal.

"Jadi jika nomor sih sementara ini mungkin saya belum bisa sebutkan, tapi sudah nan jelas tidak Rp268 triliun, sudah jauh berkurang. Tapi angkanya lantaran saya tetap melangkah proses, saya belum bisa sebutkan ya," kata Agustina, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Agustina menjelaskan penurunan anggaran ini sejalan dengan perbaikan tata kelola nan tengah dilakukan, baik mencari skema nan lebih setara hingga refocusing. Adapun Presiden Prabowo Subianto memberikan waktu hingga satu bulan untuk mencarikan solusi perbaikan tata kelola MBG agar semakin efisien.

Rencana Penurunan Anggaran Pertahanan
Terkait rencana pengurangan anggaran pertahanan, menurut Prasetyo, saat ini tetap hanya pertimbangan, jika dibutuhkan.

"Ya kan kemungkinan ya, kemungkinan itu kan artinya jika memang dalam situasi nan apa namanya dibutuhkan ya mungkin itu bakal dilakukan," kata Prasetyo.

Tapi dia menjelaskan bahwa kondisi esensial ekonomi dan fiskal negara tetap cukup kuat. Persoalan defisit anggaran tahun melangkah juga bakal terus dijaga, dengan mengurangi anggaran nan kurang produktif.

"Tetapi hasil pertimbangan kami sampai hari ini alhamdulillah ya esensial ekonomi kita cukup kuat, fiskal kita juga tetap sangat terjaga," tuturnya.

(miq/miq)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya