Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo angkat bicara soal beragam masalah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU. Masalah nan dimaksud mencakup kedisiplinan ketidakhadiran dan dugaan pengajuan libur menggunakan arsip palsu.
Sebelumnya, Dody bilang, kewenangan pemberian izin libur telah diberikan kepada jejeran Direktorat Jenderal dan unit kerja di bawah naungannya. Seiring berjalannya waktu, dia mendapatkan laporan masalah internal di Kementerian PU dan berupaya untuk segera membenahinya.
"Saya kok merasa ada nan enggak beres gitu loh, ada nan merasa enggak beres ya kayak gitu lah jika kita nyetir mobil kita anggap terlalu sigap kan kudu kita tarik rem dulu lah ini saya tarik rem saya tarik rem agar semua lari ke saya jika semua lari ke saya kan saya bisa ngecek rupanya izinnya banyak nan bodong. Izin bodong itu maksudnya surat sakit palsu," ungkap dia kepada wartawan di Kantor Kementerian PU di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Saat ini, Dody mengaku sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk membawa kasus pemalsuan arsip izin libur tersebut ke ranah pidana. Walau begitu, langkah ini tetap perlu dikaji lebih lanjut berbareng pihak terkait.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia) Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)
"Kalau saya pribadi, libur bagi pegawai itu kewajiban, lantaran itu bagian dari audit bukan libur cuman sehari dua hari libur itu mesti seminggu dua minggu, makanya kan sekarang saya, orang umroh itu gampang," kata dia.
Masalah lainnya nan muncul adalah persoalan mengenai ketidakhadiran ASN di Kementerian PU. Meski terlihat sebagai perkara ringan, rupaya persoalan ketidakhadiran di lingkungan Kementerian PU menjadi perihal nan rumit.
Di sini, Dody menemukan adanya ribuan ASN nan bermasalah mengenai absensi, sehingga dia kudu melakukan pergantian Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi di Kementerian PU. Langkah tersebut ditempuh agar sistem pendataan ketidakhadiran ASN di Kementerian PU dapat terus ditingkatkan dengan menyesuaikan dengan perkembangan zaman, sehingga tidak bisa dimanipulasi oleh pihak nan tidak bertanggung jawab.
"Saya sampaikan jika sekitar tidakhadir itu sekitar 4 ribuan orang kan berfaedah sekitar 10% lah. Ya 1 dari 9 jika misalnya saya pegangin 10 kan satu masalah tuh," tandas dia.
(wur)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·