Ilustrasi serangan Iran ke pangkalan militer AS di Yordania dan Bahrain.(Anadolu)
MILITER Iran mengumumkan telah melancarkan gelombang baru serangan drone nan menargetkan sejumlah akomodasi militer Amerika Serikat di Yordania dan Bahrain pada Rabu (22/7). Informasi tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran di tengah terus berlanjutnya eskalasi bentrok antara Teheran dan Washington.
Stasiun televisi pemerintah IRIB melaporkan operasi dimulai pada Rabu (22/7) pagi dengan sasaran pangkalan militer AS Al-Azraq di Yordania serta pangkalan Sheikh Isa di Bahrain.
Menurut laporan tersebut, serangan di pangkalan Al-Azraq diarahkan ke sejumlah akomodasi nan digunakan personel militer Amerika Serikat. Militer Iran menyebut drone mereka menghantam akomodasi perumahan dan kesejahteraan serta letak penyimpanan peralatan nan digunakan oleh militer AS di pangkalan tersebut.
Sementara itu, di Bahrain, drone dilaporkan menargetkan penyimpanan peralatan besar dan bengkel perawatan dan perbaikan pesawat berat nan berada di pangkalan Sheikh Isa.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Yordania maupun Bahrain mengenai klaim serangan tersebut. Serangan terbaru ini terjadi sehari setelah Iran mengumumkan telah meluncurkan rudal ke sejumlah sasaran militer nan dikaitkan dengan Amerika Serikat di Yordania dan Bahrain.
Sebelumnya, otoritas Yordania menyatakan sistem pertahanan udara mereka sukses mencegat dan menghancurkan beberapa rudal serta drone Iran nan memasuki wilayah udaranya. Militer Bahrain juga mengonfirmasi telah mengaktifkan sistem pertahanan udara setelah sirene peringatan serangan bersuara di beragam wilayah.
Menurut pihak militer, sejumlah proyektil nan mengarah ke negara itu sukses dicegat dan dihancurkan. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat sejak Washington memperluas operasi militernya terhadap Iran pada pekan lalu.
Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangkaian serangan terhadap akomodasi dan pangkalan nan disebut digunakan oleh militer Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah.
Baku tembak antara kedua negara tetap terus berjalan meski sebelumnya Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) nan dimediasi Pakistan pada Juni lalu. Kesepakatan tersebut bermaksud mengakhiri bentrok nan dimulai sejak Februari sekaligus membuka jalan menuju perjanjian tenteram nan lebih permanen. (Anadolu/Fer)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·