Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo menegaskan bahwa penempatan penugasan alias mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PU ke sejumlah wilayah di Tanah Air itu bukanlah hukuman. Menurutnya, pemindahan tugas ke area Indonesia bagian Timur maupun Barat justru menjadi kesempatan bagi para ASN untuk meningkatkan kemampuannya dalam bekerja.
"Suatu perihal nan kudu saya mulai kikis pelan-pelan dari teman-teman PU bahwa penempatan di luar Jakarta dimanapun berada itu jangan dianggap sebagai balasan di Indonesia Timur di Indonesia Barat di Indonesia Tengah di Indonesia. Tugas kita di Kementerian Pekerjaan Umum itu membangun dan memelihara prasarana infrastruktur itu dimana-mana apalagi sekarang ketambahan ada jalan daerah, ada irigasi wilayah namanya juga wilayah kan nggak mungkin wilayah itu di Jakarta," ungkap dia kepada wartawan di Kantor Kementerian PU di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Dody menyebutkan, ASN nan mendapatkan penempatan di wilayah punya kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kreativitasnya. Terlebih, para ASN tersebut kelak bakal berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat sekaligus membagikan pengalamannya selama di daerah.
"Bekerja di wilayah itu maksudnya lebih mulia lantaran kreativitasnya bisa lebih baik lagi di sana kemudian interaktif dia dengan masyarakat tempat bisa lebih lantaran bagaimanapun juga kita ini manusia biasa, pendatang, orang lokal pasti jauh lebih mengerti," terangnya.
Sebagai gambaran, dalam pembangunan infrastruktur, pengetahuan masyarakat lokal kerap kali mempunyai peran penting. Ia menilai pengalaman penduduk setempat dapat membantu pemerintah dalam memahami kondisi wilayah secara lebih efektif dan rinci.
Ada kalanya, pihak pendatang merasa punya teknologi canggih untuk mencari sumber air tanah. Padahal, masyarakat setempat nan sudah lama tinggal di sana biasanya mempunyai pengetahuan lebih baik terhadap kondisi daerahnya berkah aspek pengalaman.
Menurut Dody, kombinasi antara teknologi modern dan pengetahuan masyarakat lokal dapat menghasilkan solusi pembangunan nan diharapkan lebih tepat sasaran. Dari situ, para ASN juga diyakini bisa membentuk karakter dan keahlian kepemimpinan seiring pengalaman kerja di daerah.
Untuk ke depannya, Dody berambisi ASN di lingkungan Kementerian PU tidak lagi memandang penempatan di wilayah sebagai sesuatu nan kudu dihindari. Sebaliknya, penugasan tersebut kudu dilihat sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi sebelum mengemban tanggung jawab nan lebih besar pada masa depan.
Dia pun memandang bahwa ASN nan mempunyai jam kerja tinggi di beragam wilayah Indonesia bakal menjadi pribadi nan lebih kuat ketika nantinya menduduki posisi strategis, mulai dari Direktur Jenderal hingga kedudukan ketua lainnya di Kementerian PU.
"Menurut saya bener-bener tidak boleh itu ASN, Kementerian Pekerjaan Umum menganggap penempatan dimanapun berada mau di Papua, mau di Maluku mau di Aceh, mau di mana pun Sumba alias mana pun. Justru itu adalah tempat mereka diangkat harkat martabatnya lebih dipinterkan lagi. Jadi dengan mudah kelak kemudian masuk Jakarta, jadi Direktur Dirjen alias event Menteri kemudian memang mempunyai keahlian di atas sana," pungkas dia.
(wur)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·