ilustrasi(Magnific)
SEBUAH misteri astronomi nan memperkuat selama nyaris tiga dasawarsa akhirnya sukses terpecahkan. Objek langit berkode 1998 SH2, nan selama 27 tahun terakhir diyakini oleh organisasi ilmiah sebagai asteroid biasa, sekarang resmi terungkap sebagai komet dengan aktivitas nan sangat lemah alias diklasifikasikan sebagai dark comet.
Temuan nan dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy dan diumumkan oleh NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL) itu menunjukkan bahwa 1998 SH2, nan ditemukan pada 1998, tidak menampilkan karakter unik komet seperti ekor debu alias selubung gas.
Meski demikian, pengamatan terbaru menemukan perubahan mini pada lintasannya nan tidak dapat dijelaskan hanya oleh style gravitasi, sehingga mengungkap identitas sebenarnya sebagai komet.
Perubahan Lintasan Jadi Petunjuk Penting
Tim peneliti mulai menyadari adanya kejanggalan ketika 1998 SH2 melintas relatif dekat dengan Bumi pada Agustus 2025. Berdasarkan kalkulasi sebelumnya, posisi objek semestinya sedikit berbeda.
Setelah menganalisis info dari beragam observatorium dan sistem radar, para intelektual menemukan adanya percepatan mini nan diduga disebabkan oleh pelepasan gas dari permukaan objek.
Meski jumlah gas nan dilepaskan sangat sedikit dan tidak cukup membentuk ekor seperti komet pada umumnya, aktivitas tersebut menjadi bukti bahwa 1998 SH2 bukanlah asteroid biasa.
Karena tampak seperti asteroid tetapi mempunyai perilaku layaknya komet, objek ini kemudian diklasifikasikan sebagai dark comet, ialah komet nan aktivitasnya sangat lemah sehingga susah dikenali menggunakan teleskop.
Menurut NASA, keberadaan dark comet menunjukkan bahwa pemisah antara asteroid dan komet rupanya tidak selalu jelas. Selama ini, astronom umumnya membedakan kedua jenis objek tersebut berasas penampilan visual.
Tetapi, penelitian terbaru memperlihatkan bahwa sebagian objek dapat berubah alias mempunyai karakter nan berada di antara keduanya.
Bantu Tingkatkan Akurasi Pemantauan Benda Langit
Temuan ini juga mempunyai makna krusial bagi upaya pemantauan objek dekat Bumi. Aktivitas pelepasan gas, meski sangat kecil, dapat mengubah lintasan sebuah barang langit dari waktu ke waktu. Jika perubahan tersebut tidak diperhitungkan, prediksi posisi objek di masa depan bisa menjadi kurang akurat.
Meski demikian, NASA menegaskan bahwa 1998 SH2 tidak menimbulkan ancaman tumbukan terhadap Bumi. Sebaliknya, penelitian ini diharapkan membantu intelektual mengidentifikasi lebih banyak dark comet nan selama ini tersembunyi di antara populasi asteroid.
Dengan memahami sifat objek-objek tersebut, para peneliti dapat menyempurnakan model perkembangan Tata Surya sekaligus meningkatkan sistem pertahanan planet terhadap barang langit nan melintas di dekat Bumi.
(NASA/Nature/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·