Tangerang, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) mengungkapkan modus penyelundupan narkoba sekarang semakin masif, di mana sindikat mulai memanfaatkan pilot menjadi pengedar narkoba.
Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan penyelundupan melalui pilot sudah mulai dilakukan dengan memanfaatkan akomodasi unik di bandara.
"Jadi, pelaku menyimpan 14 balut ekstasi di dalam koper, Jadi di claim tag-nya itu tersendiri, ada claim tag kru. Jadi pada saat dia check-in di Kuala Lumpur, berfaedah jalurnya berbeda dengan check-in penumpang, lantaran di claim tag-nya disebutkan kru di situ," kata Hengky saat ditemui wartawan di Bea Cukai Soekarno-Hatta, Jumat (31/7/2026).
Hal ini lantaran pilot mendapat akomodasi khusus, seperti akomodasi bagasi tersendiri, pemeriksaan nan lebih cepat, dan lain-lainnya.
"Perlakuan unik itu memang diberikan kepada pilot, ini bertindak di seluruh dunia, lantaran mereka dianggap low-risk. Pilot punya jalur khusus, kemudian juga mungkin penanganan bagasinya tersendiri. Hal itulah nan mungkin membikin sindikat merasa penyelundupan melalui pilot ini aman," lanjut Hengky.
Hengky menambahkan, oknum pilot tersebut menyimpan peralatan terlarang tersebut di tas ringkas agar bisa melewati mesin X-ray dengan mudah dan tidak wajib masuk bagasi.
"Sejatinya, pemeriksaan peralatan tetap lewat X-ray, termasuk pilot, tetapi kan dia mengaku membawa hand-carry, nah, hand-carry ini nan pemeriksaannya tetap acak," terangnya.
Oleh lantaran itu, pihaknya bakal mengetatkan pengecekan barang, terutama nan berangkaian dengan pengecekan acak.
"Dengan adanya kejadian ini, mungkin kelak kita bakal lebih perketat pengecekan," ujar Hengky.
(chd/mij)
[Gambas:Video CNBC]

54 menit yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·