loading...
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (Sekjen APTI) Mahmudi memohon perlindungan Presiden Prabowo Subianto mengenai rancangan pembatasan patokan pembatasan kadar nikotin dan tar. Foto: Istimewa
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (Sekjen APTI) Mahmudi memohon perlindungan Presiden Prabowo Subianto mengenai rancangan pembatasan patokan pembatasan kadar nikotin dan tar. Sebab, jika patokan tersebut diberlakukan diyakininya bakal berakibat pada keberlangsungan petani serta varietas tembakau lokal.
Untuk itu, dirinya secara tegas menolak adanya rencana pembatasan kadar nikotin di bawah 1mg dan tar di bawah 10mg. Adapun wacana tersebut bakal dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 28 Tahun 2024 dan Peraturan Turunannya.
"Sekarang, gimana nasib petani? Ke mana hasil panen kami dijual? Selama ini 99% hasil panen kami diserap industri hasil tembakau (IHT)," ujar Muhdi dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Baca juga: Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan








English (US) ·
Indonesian (ID) ·