Muktamar ke-35 NU Dekat: PWNU Jatim Calonkan Ketuanya Pimpin PBNU

11 jam yang lalu 3
 PWNU Jatim Calonkan Ketuanya Pimpin PBNU Konferensi pers PWNU Jatim.(Dok. MI)

MENDEKATI penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (Muktamar NU) ke-35 di Jombang, bursa ketua umum mulai bermunculan. Kali ini, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi mengusung ketuanya, KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai calon Ketua Umum PBNU.

"Ini murni kehendak PWNU Jawa Timur, bukan kemauan pribadi maupun titipan pihak lain," kata Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Abdul Matin Djawahir di Surabaya, Selasa (21/7).

Pencalonan Gus Kikin panggilan berkawan Abdul halim Mahfudz, murni merupakan keputusan resmi kelembagaan. Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian rapat panjang nan melibatkan Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah.

Menurut dia, kesepakatan bulat tersebut tidak lahir secara instan. PWNU Jatim kudu menggelar dua hingga tiga kali rapat harian dan apalagi membentuk tim unik untuk mematangkannya. Setelah solid di internal, barulah pihaknya meminang Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut.

"Kami membujuk beliau berbincang dan menanyakan kesediaannya. Alhamdulillah, setelah melalui beragam pertimbangan, beliau menyatakan siap mengemban amanah tersebut," katanya.

PWNU Jatim dalam waktu dekat mengundang seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur guna menyosialisasikan arah dukungan. Hasilnya sangat positif, seluruh PCNU sepakat merapatkan barisan dalam satu bunyi untuk memenangkan Gus Kikin sebagai pucuk ketua PBNU.

Abdul Matin mengatakan ada sejumlah argumen mendasar di kembali solidnya support dari Jawa Timur ini, Gus Kikin dinilai mempunyai komitmen kuat untuk mengembalikan jam'iyah (organisasi) NU kepada Qanun Asasi alias pedoman dasar berjamaah nan dirumuskan langsung oleh sang pendiri, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari.

Selain itu, Visi kepemimpinannya berfokus pada pembangunan tata kelola organisasi nan teduh dan menjauhi kegaduhan. Gus Kikin mengedepankan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah nahdliyah agar NU tetap solid serta programnya melangkah terukur.

Pengalaman Gus Kikin sangat lengkap, merentang dari bumi usaha, pesantren, hingga keorganisasian—termasuk pernah menjabat sebagai Ketua PBNU dan sekarang menahkodai PWNU Jatim. Ia juga telah tuntas mengikuti proses kaderisasi sebagai syarat wajib kepemimpinan di NU.

Serta, aspek ini disbeut menjadi nilai tambah nan krusial. Kemapanan finansial Gus Kikin juga disebut membikin orientasi kepemimpinannya murni untuk pengabdian.

"Beliau ini mau menghidupkan Nahdlatul Ulama, bukan mencari penghidupan dari NU. Secara ekonomi beliau sudah purna, sehingga nantinya bisa sepenuhnya konsentrasi membesarkan jam'iyah ini, baik secara sosial maupun ekonomi," katanya. (H-3)

Selengkapnya