Kawasan cagar budaya Pulau Penyengat di Tanjungpinang. Pemprov Kepri segera membangun Museum dan Monumen Bahasa Nasional.(MI/Hendri Kremer)
PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) segera membangun Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari percepatan penataan area cagar budaya melalui program Penyengat Bedelau sekaligus memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah lahirnya bahasa Indonesia.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan museum nan mengusung konsep open museum itu bakal dibangun secara berjenjang melalui skema multiyears hingga akhir 2027. Museum dan monumen tersebut ditargetkan diresmikan pada 2028, bertepatan dengan peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda.
Menurut dia, pembangunan museum itu menjadi corak penghormatan terhadap peran besar Pulau Penyengat dalam perkembangan bahasa Melayu nan kemudian menjadi cikal bakal bahasa Indonesia.
"Pulau Penyengat merupakan pusat peradaban Melayu nan menyimpan jejak krusial lahirnya identitas kebangsaan. Di pulau inilah pemikiran Raja Ali Haji berkembang dan menjadi fondasi perkembangan bahasa Melayu modern sebagai cikal bakal bahasa Indonesia," katanya ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/8).
Selain menyiapkan pembangunan museum, Pemprov Kepri terus mempercepat penataan area Pulau Penyengat melalui program Penyengat Bedelau. Hingga Agustus 2026, beragam pekerjaan telah diselesaikan, mulai dari revitalisasi jaringan jalan, drainase, penerangan kawasan, penataan permukiman warga, hingga pembangunan akomodasi pendukung di area situs bersejarah.
Pemerintah Provinsi Kepri juga menggandeng sejumlah kementerian untuk mendukung pengembangan area tersebut, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Dia menegaskan, penataan Pulau Penyengat tidak hanya bermaksud menjaga kelestarian warisan sejarah dan budaya Melayu, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi lokasi wisata sejarah dan budaya nan bisa menggerakkan sektor pariwisata serta meningkatkan kesempatan upaya bagi pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia optimistis pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional bakal menjadi ikon baru Pulau Penyengat sekaligus memperkuat identitas Kepulauan Riau sebagai wilayah nan mempunyai kontribusi besar terhadap lahirnya bahasa Indonesia.
"Dengan penataan nan berkelanjutan, Pulau Penyengat diharapkan semakin dikenal sebagai pusat peradaban Melayu dan lokasi wisata budaya bertaraf nasional," ujarnya. (HK/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·