Ilustrasi(MI/Faishol Taselan)
MUSIM haji baru berakhir, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Kota Surabaya sudah mulai melakukan verifikasi terhadap calon jemaah haji (CJH) nan masuk daftar keberangkatan untuk musim haji tahun 2027/1448 Hijriah.
“Kemenhaj menyampaikan kepada instansi wilayah Kementerian Haji Provinsi seluruh Indonesia untuk melakukan persiapan-persiapan mengenai haji tahun 2027, lagah awal verifikasi,” Kasubag Tata Usaha Kemenhaj Kota Surabaya Edi Susilo di Surabaya, Jumat (17/7).
Verifikasi untuk persiapan haji tahun depan itu mulai dilakukan, berasas petunjuk Pemerintah kepada seluruh instansi wilayah Kementerian Haji pada 10 Juli lalu.
Untuk Kota Surabaya, kata Edi, jumlah calon jemaah nan masuk daftar verifikasi keberangkatan tahun depan sejauh ini sebanyak 2.730 orang. Rinciannya, terdiri dari 67 jemaah lansia, dan 2.663 jemaah non-lansia berasas urut porsinya.
“Jadi untuk tahun 2027 ini, untuk Kota Surabaya, daftar jemaah nan bakal diverifikasi nan masuk di tahun 2027 ini sebanyak 2.730. Terdiri dari porsi lansia sebanyak 67, kemudian untuk urut porsi ini sebanyak 2.663. Jadi total untuk 2027 ini sebanyak 2.730,” katanya.
Adapun verifikasi itu dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelunasan haji 2027. Dalam prosesnya, Kemenhaj Kota Surabaya sudah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait, mulai Dinas Kesehatan, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBHU), imigrasi, maupun dari Pemerintah Kota Surabaya.
Dalam verifikasi itu, ada beberapa perihal nan dicek. Pertama, kepastian jemaah nan terdaftar berangkat tahun depan, alias justru menunda keberangaktannya. Jemaah nan tidak berangkat kudu membikin surat pernyataan nan nantinya diunggah melalui tautan nan disampaikan kepada jemaah maupun KBHU.
“Bagi jemaah nan memang menyatakan tidak berangkat alias memang tidak memenuhi kriteria, nan berkepentingan memang mengundurkan diri alias ada pernyataannya. Jadi membikin pernyataan nan di-upload di dalam link nan sebagaimana kita sampaikan melalui KBHU maupun kepada jemaah,” katanya.
Edi menjelaskan, jemaah nan menunda keberangkatan itu porsi keberangkatannya bakal otomatis bergeser menjadi waiting list alias daftar tunggu tahun berikutnya. Tidak otomatis gugur alias dihilangkan dari daftar.
“Selama porsinya muncul tahun ini, bagi siapapun nan memang menunda keberangkatannya, maka tahun depan otomatis menjadi waiting list tahun berikutnya,” ujar Edi.(FL/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·