Musim Kemarau Panjang, Pramono Minta Warga Waspadai Ancaman Kebakaran

18 jam yang lalu 2
Musim Kemarau Panjang, Pramono Minta Warga Waspadai Ancaman Kebakaran Warga mengais peralatan sisa kebarakan nan menghanguskan pemukiman padat masyarakat di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Selasa (1/6/2026).(MI/USMAN ISKANDAR)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau nan diprediksi berjalan lebih panjang dan kering.

Menurut Pramono, Pemprov DKI berbareng BPBD telah memperkuat langkah mitigasi, salah satunya dengan memastikan setiap RW mempunyai minimal satu perangkat pemadam api ringan (APAR) serta menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran.

“BMKG memprediksi tandus bakal panjang dan kering sehingga potensi kebakaran lebih besar. Karena itu kami sudah melakukan sosialisasi dan setiap RW kudu mempunyai APAR,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (21/7).

Ia juga mengingatkan penduduk di area padat masyarakat seperti Tambora dan Cakung agar lebih berhati-hati, terutama tidak membuang puntung rokok sembarangan dan mengantisipasi korsleting listrik nan dapat memicu kebakaran.

“Pemerintah bakal terus mengingatkan masyarakat, tetapi menjaga lingkungan kudu dilakukan bersama,” ujarnya. 

Diketahui, BMKG memprediksi puncak musim tandus di Indonesia terjadi pada Juli hingga September 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan puncak tandus bakal terjadi di 83 Zona Musim (ZOM) pada Juli, kemudian 369 ZOM pada Agustus, dan 169 ZOM pada September.

"Wilayah nan diprediksi mengalami puncak tandus pada Juli 2026 meliputi sebagian Sumatra, sebagian mini Kalimantan dan Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian mini Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian Tengah, dan Papua bagian timur," kata Faisal dikutip dari situs resmi BMKG.

Pada Agustus 2026, puncak musim tandus terjadi di Sumatera bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, serta sebagian besar Pulau Papua.

Sebanyak 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) memasuki puncak tandus pada September 2026. Di antaranya, Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatera Selatan, Lampung, sebagian mini Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Pegunungan bagian tengah. (H-2)

Selengkapnya