Kebakaran di dekat rel kereta api sering terjadi di musim kemarau, akibat ulah penduduk nan melakukan pembakaran sampah.(MI/BAYU ANGGORO)
WARGA di sekitar rel kereta api diminta tidak membakar apapun terutama di musim kemarau sekarang. Asap dan sisa-sisa pembakaran berpotensi mengganggu operasional transportasi massal tersebut.
Manajer Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan, memasuki puncak musim kemarau, masyarakat jangan membuang alias membakar sampah sembarangan terutama di area nan berdekatan dengan jalur kereta api. Meski terlihat sepele, perihal itu berakibat fatal terhadap keamanan perjalanan kereta api.
Asap tebal nan ditimbulkan dapat mengganggu jarak pandang masinis, sedangkan api nan menjalar ke prasarana perkeretaapian dapat merusak komponen nan ada.
"Api nan merambat ke jalur rel berpotensi merusak alas rel, kabel persinyalan, perangkat telekomunikasi, hingga instalasi kelistrikan nan menjadi jantung operasional kereta api. Hal ini tidak hanya menakut-nakuti keselamatan perjalanan, tetapi juga membahayakan pelanggan, petugas, serta masyarakat di sekitar lokasi," katanya di Bandung, Kamis (16/7).
PERAN AKTIF MASYARAKAT
Selain mencegah tindakan tadi, pihaknya juga membujuk masyarakat untuk berkedudukan aktif sebagai bagian dari sistem kewaspadaan awal terhadap kondisi prasarana. Masyarakat diharapkan segera melapor ke petugas KAI terdekat jika menemukan kondisi nan tidak layak di jalur kereta.
Ia menjelaskan, beberapa kondisi nan perlu diwaspadai dan dilaporkan di antaranya adalah rel nan mengalami deformasi alias bengkok menyerupai corak 'S-pattern', adanya potensi longsoran di dekat rel, pohon tumbang, maupun genangan air nan menakut-nakuti kestabilan jalur.
"Peran aktif masyarakat sangat berarti. Laporan nan sigap bakal memudahkan petugas kami melakukan inspeksi dan penanganan sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi gangguan nan lebih besar," tambah Kuswardojo.
Dia menegaskan PT KAI terus menerjunkan tim patroli dan memantau jalur secara rutin, khususnya di titik-titik nan dinilai rawan selama musim kemarau. Mengingat wilayah nan luas, memerlukan peran serta masyarakat dalam mengoptimalkan perihal tersebut.
Kuswardojo meyakini bahwa budaya keselamatan bakal terwujud andaikan kepedulian terhadap lingkungan sekitar jalur rel menjadi tanggung jawab bersama.
"Dengan meminimalisasi aktivitas pemicu kebakaran dan aktif melaporkan temuan anomali, masyarakat telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelancaran perjalanan kereta api nan aman, selamat, dan andal bagi seluruh pengguna jasa," tegasnya.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·