NASA Ungkap Bukti Badai Pasir Purba di Mars yang Membeku Menjadi Batuan

9 jam yang lalu 4
NASA Ungkap Bukti Badai Pasir Purba di Mars nan Membeku Menjadi Batuan Ilustrasi(magnifik)

MILIARAN tahun lalu, Mars rupanya pernah dilanda badai pasir luar biasa nan meninggalkan jejak hingga saat ini. Penemuan terbaru dari rover Curiosity milik NASA sukses mengungkap bukti langsung adanya angin besar pasir purba nan membeku dalam lapisan batuan. Temuan ini menjadi salah satu petunjuk paling jelas mengenai kondisi atmosfer dan suasana Mars pada masa lalu.

Batuan nan menyimpan "rekaman" angin besar tersebut ditemukan di wilayah nan dijuluki Jawbone Canyon, sebuah area di Kawah Gale nan telah lama menjadi letak penelitian Curiosity. Menurut ilmuwan, struktur batuan ini terbentuk sekitar 3,6 miliar tahun lalu, saat Mars tetap mempunyai atmosfer nan jauh lebih tebal dibandingkan sekarang.

Badai Pasir nan Membeku Menjadi Batu

Yang membikin penemuan ini spesial adalah pola berlapis pada batuan nan menunjukkan kejadian climbing wind ripple strata, ialah lapisan pasir nan saling menumpuk ketika terdorong angin sangat kencang dalam sebuah badai.

Dalam peristiwa tersebut, gelombang pasir terus bergerak dan bertumpuk satu sama lain sebelum akhirnya tertutup sedimen lain. Seiring berjalannya waktu, lapisan-lapisan itu mengeras menjadi batu, sehingga menyimpan jejak angin besar pasir layaknya kapsul waktu alami.

Para peneliti menyebut ini sebagai bukti pertama keberadaan struktur tersebut nan pernah ditemukan di Planet Merah. Temuan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses pengetahuan bumi nan pernah terjadi di Mars miliaran tahun silam.

Mengungkap Rahasia Atmosfer Mars Purba

Selama ini, para intelektual banyak mengandalkan model komputer untuk memperkirakan gimana kondisi atmosfer Mars pada masa awal pembentukannya. Namun, penemuan terbaru ini menghadirkan bukti bentuk nan memperkuat dugaan bahwa Mars dulu mempunyai atmosfer nan jauh lebih padat.

Atmosfer nan lebih tebal memungkinkan angin bertiup cukup kuat untuk membentuk gelombang pasir besar seperti nan sekarang terekam dalam batuan. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan Mars modern nan mempunyai atmosfer sangat tipis sehingga proses serupa susah terjadi dalam skala besar.

Petunjuk Penting bagi Sejarah Planet Merah

Penemuan ini bukan sekadar mengungkap keberadaan angin besar pasir purba, tetapi juga membantu intelektual memahami gimana suasana Mars berubah dari planet nan lebih bergerak menjadi bumi nan dingin dan kering seperti sekarang.

Setiap lapisan batuan nan dipelajari Curiosity menyimpan info mengenai lingkungan Mars pada masa lampau. Dengan memahami perubahan suasana dan atmosfernya, para peneliti berambisi dapat merekonstruksi sejarah perkembangan Planet Merah, termasuk apakah lingkungan tersebut pernah cukup layak untuk mendukung kehidupan mikroba.

Temuan ini juga menunjukkan bahwa batuan nan tampak sederhana di permukaan Mars sebenarnya dapat menjadi arsip pengetahuan bumi nan sangat berharga, membuka kesempatan bagi penemuan-penemuan baru dalam misi eksplorasi Mars di masa mendatang. 

Sumber: NASA Science.

Selengkapnya