Nasib Mobil Listrik di RI, Kapan Bisa "Jajah" Jalanan Bak di China?

46 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin menggeliat. Pertumbuhan penjualan pada semester I-2026 menunjukkan bahwa mobil elektrifikasi bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan mulai mengambil porsi besar dari pasar otomotif nasional. Bahkan dalam beberapa waktu ke depan bisa seperti China nan mempunyai market share mobil listrik mencapai 60%.

Pengamat otomotif senior Bebin Djuana menilai keberlanjutan kebijakan pemerintah menjadi salah satu aspek krusial untuk menjaga momentum tersebut. Industri memerlukan kepastian agar produsen maupun konsumen mempunyai kepercayaan untuk terus masuk dan menggunakan kendaraan listrik.

"Jika bisa konsisten, meski terjadi perubahan pemerintahan, tidak tertutup kemungkinan di tahun 2030 penjualan EV bisa mencapai 50-60% tentunya disertai juga pertumbuhan ekosistemnya lantaran apa nan dicapai sekarang barulah awal/fondasi nan baik menuju volume EV nan lebih besar," kata Bebin kepada CNBC Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Namun, tantangan bagi industri bukan hanya meningkatkan penjualan dalam jangka pendek. Konsistensi kebijakan juga kudu bisa memperkuat ketika terjadi pergantian pemerintahan agar investasi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak kembali kehilangan arah.

Besarnya kesempatan pasar tersebut membikin sasaran penetrasi EV dalam beberapa tahun ke depan semakin terbuka. Terlebih, pilihan kendaraan elektrifikasi sekarang semakin banyak dengan kehadiran beragam merek dan model baru nan menawarkan rentang nilai serta teknologi nan semakin beragam.

"Konsistensi pemerintah adalah dasar dari peralihan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan berkekuatan baterai," ujar Bebin.

Berdasarkan info Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan elektrifikasi sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 117.108 unit. Angka itu setara dengan 26,8% dari total penjualan mobil nasional nan mencapai 436.564 unit.

Kenaikan tersebut juga terlihat dari penjualan mobil listrik murni alias battery electric vehicle (BEV). Pada semester I-2026, penjualan BEV mencapai 69.739 unit alias sekitar 15,9% dari total pasar, melonjak dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.

Dukungan kebijakan nan memudahkan masyarakat beranjak ke kendaraan listrik bakal memberikan sinyal positif bagi seluruh rantai industri. Hal ini mencakup produsen kendaraan, konsumen, hingga pelaku upaya nan membangun prasarana pendukung EV.

"Ketika pemerintah membikin peraturan nan membantu rakyat untuk beranjak ke EV tentu semua pihak termasuk produsen dan konsumen bakal menyambut dengan positif," kata Bebin.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya