Greenpeace Italia memasang tiga patung es di depan Koloseum sebagai simbol akibat gelombang panas terhadap pekerja di tengah cuaca ekstrem dan perubahan iklim.
Patung-patung es berbentuk petani dan pekerja bangunan, nan dipasang aktivis Greenpeace di dekat Koloseum, Roma, Italia, Rabu (15/7/2026), tampak meleleh di bawah terik mentari sebagai simbol kerentanan para pekerja terhadap gelombang panas. Aksi tersebut merupakan bagian dari demonstrasi Greenpeace Italia untuk menyoroti akibat pemanasan dunia di tengah cuaca ekstrem nan melanda negara itu. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Patung-patung es tersebut mulai mencair di bawah terik mentari pagi, menggambarkan akibat perubahan suasana terhadap kesehatan pekerja di tengah cuaca ekstrem. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace, Simona Abbate, mengatakan industri bahan bakar fosil mempunyai tanggung jawab historis atas perubahan suasana nan memicu meningkatnya gelombang dan intensitas gelombang panas. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Italia sendiri tetap dilanda suhu tinggi. Menurut situs prakiraan cuaca Ilmeteo.it, suhu udara di ibu kota Roma diperkirakan mencapai 38 derajat Celcius pada Kamis (16/7/2026), memperpanjang kondisi panas nan melanda negara tersebut. Dampak gelombang panas juga dirasakan di beragam negara Eropa. Data resmi menunjukkan sekitar 10.650 kematian berlebih terjadi selama gelombang panas nan memecahkan rekor di wilayah barat Eropa pada akhir Juni lalu. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan Eropa dapat menghadapi "minggu-minggu nan lebih mematikan" akibat gelombang panas baru nan sedang terbentuk di atas Samudra Atlantik, sehingga diperlukan langkah-langkah perlindungan nan lebih kuat bagi masyarakat, terutama golongan rentan. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
source on Google

5 hari yang lalu
9







English (US) ·
Indonesian (ID) ·