"Neraka Luber-Luber" di Eropa, Sungai Menghilang-Suhu Panas Mendidih

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah negara di Eropa mulai mengambil manuver mengenai gelombang panas nan menyerang negaranya. Ini terjadi saat beberapa negara alami suhu ekstrem.

Mengutip Reuters, Jumat (7/8/2026), Eropa sebagai benua dengan tingkat pemanasan tercepat di bumi telah hancur oleh rekor suhu panas dan kebakaran rimba pada musim panas ini. Prancis dan Spanyol dilaporkan menjadi wilayah nan paling terpukul oleh kondisi cuaca mematikan tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

Komisioner Lingkungan Uni Eropa menyatakan bahwa pihaknya bakal terus mendesak negara-negara personil untuk menghabiskan lebih banyak biaya pada langkah-langkah pengurangan akibat kebakaran hutan. Para mahir memperkirakan bahwa kerugian ekonomi akibat rentetan kebakaran pada musim panas ini telah melampaui angka15 miliar euro (Rp309,3 triliun).

Bulgaria di wilayah tenggara Eropa menjadi negara personil Uni Eropa terbaru nan ikut dilanda musibah kebakaran hutan. Portal buletin NOVA melaporkan bahwa jalan raya utama Trakia kudu ditutup di kedua arah pada hari Kamis setelah angin membawa kobaran api melintasinya sekitar 70 kilometer di tenggara ibu kota Sofia.

Italia mengeluarkan siaga merah nan dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan kali ini membentang jauh mulai dari Palermo di pulau selatan Sisilia hingga Bolzano di pegunungan utara. Peringatan tersebut mengindikasikan adanya potensi keadaan darurat dengan suhu tinggi berkepanjangan nan menghadirkan akibat serius bagi kesehatan seluruh populasi.

Di kota perbukitan Assisi, para peziarah nan berkumpul disemprot dengan air saat Paus Leo berjamu untuk memperingati 800 tahun kematian Santo Fransiskus. Relawan di aktivitas tersebut, Miriam Mariotti, mengungkapkan antusiasme para peziarah.

"Saya pikir ketika Anda betul-betul peduli tentang sesuatu, ketika Anda betul-betul mempercayainya, apalagi jika panas, Anda bakal berupaya keras," tuturnya.

Para turis di Roma menggunakan payung untuk menghindari paparan sinar mentari secara langsung dan mencelupkan tangan ke air mancur kota untuk meredakan sengatan hawa panas. Pengunjung dari kota utara Trieste, Gianni Arlotta, menceritakan rutinitas mereka.

"Kami mencoba menghindari keluar rumah selama bagian terpanas hari itu dan sebaliknya keluar pada malam hari alias pagi-pagi sekali," paparnya.

Suhu udara memuncak melampaui nomor 40 derajat Celcius di beberapa area utara wilayah Emilia-Romagna pada Kamis. Wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah terpanas di Italia, di mana suhunya sukses mencapai titik 42,8 derajat Celcius di Bagnacavallo, dekat Ravenna.

Di tempat lain, Hungaria sekarang telah mematikan pencahayaan ornamental dan non-esensial di seluruh lembaga negara pada malam hari untuk menghemat energi. Pemadaman penerangan strategis ini turut mencakup gedung parlemen, sebagian besar wilayah Kastil Buda, hingga Jembatan Rantai.

Rekor terendahnya ketinggian air di Sungai Donau juga telah memaksa Hungaria untuk mematikan sebagian besar akomodasi di satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir mereka. Pembangkit nan menggunakan air sungai tersebut sebagai bahan pendingin sekarang kudu merenggangkan kapabilitas pasokan listriknya hingga mencapai pemisah kepantasan operasional.

Rumania sedang mempersiapkan langkah darurat untuk menenggelamkan empat tongkang berisi batu ke dalam perairan Sungai Donau. Langkah ekstrem ini ditujukan untuk mengalihkan arus air ke satu-satunya reaktor milik mereka nan tetap berfaedah agar mendapatkan beberapa hari operasi tambahan.

Pihak berkuasa di ibu kota Bukares telah meredupkan intensitas lampu jalanan hingga sepertiga dari kapabilitas normalnya. Mereka juga mematikan seluruh lampu penerangan pada malam hari di sejumlah gedung berhistoris dan museum demi menghemat daya kelistrikan nasional.

Suhu udara di Moldova juga tercatat membengkak tajam hingga melampaui titik 38 derajat Celcius. Krisis kelistrikan ini terjadi lantaran negara tetangganya, Ukraina dan Rumania, sekarang sudah tidak bisa lagi menutupi kekurangan daya Moldova pada periode puncak.

Perdana Menteri Vasile Tofan langsung mengeluarkan seruan terbaru kepada warganya untuk segera mengurangi penggunaan daya alias bersiap menghadapi ancaman pemadaman bergilir.

"Kita perlu menggunakan sedikit logika sehat, kita perlu mematikan lampu," ucapnya. "Kita tidak mengirimkan sinyal nan baik ketika Chisinau diterangi seperti Las Vegas."

Menyusutnya debit air secara signifikan telah menyebabkan masalah serius bagi alur logistik di Sungai Rhine, Jerman. Banyak kapal kargo di wilayah tersebut nan sekarang hanya dapat berlayar dengan membawa muatan sebagian, sehingga perihal ini langsung mengerek biaya pengiriman barang.

Sungai Rhine selama ini telah menjadi urat nadi pelayaran nan sangat krusial bagi beragam pengiriman komoditas. Rute perairan tersebut sering digunakan untuk mendistribusikan biji-bijian, mineral, batu bara, hingga beragam produk olahan minyak bumi.

Di Bosnia, para turis sekarang lebih memilih berlindung di Gua Vjetrenica nan terdaftar di UNESCO untuk menghindari suhu luar ruangan nan menyentuh 40 derajat Celcius. Gua nan berfaedah "gua angin" tersebut terletak di wilayah selatan Bosnia dan Herzegovina, sekitar 25 kilometer di utara kota Adriatik, Dubrovnik.

Dubrovnik sendiri diketahui menjadi tujuan kapal-kapal pesiar nan selalu berdatangan membawa ribuan visitor setiap harinya. Namun, jumlah visitor nan diizinkan untuk mengunjungi gua tersebut sangat dibatasi lantaran sensitivitas lingkungan sekitarnya.

Suhu Gua Vjetrenica nan terus terjaga konstan di nomor 11 derajat Celcius sepanjang tahun menjadikannya tempat pelarian nan paling ideal. Hawa sejuk tersebut telah lama menjadikannya tempat perlindungan nan kondusif bagi keanekaragaman hayati beserta umat manusia.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya