Netanyahu Ancam Iran, Israel Siap Bertindak Sendiri!

52 menit yang lalu 2
Netanyahu Ancam Iran, Israel Siap Bertindak Sendiri! Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya siap mengambil langkah militer terhadap Iran demi mencegah pengembangan senjata nuklir.(AFP)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan negaranya dapat mengambil langkah militer secara sepihak terhadap Iran. Meski Amerika Serikat (AS) tetap berupaya menyelesaikan bentrok melalui jalur diplomatik.

Pernyataan itu disampaikan ketika Washington terus mendorong tercapainya kesepakatan dengan Teheran untuk mengakhiri perang nan telah berjalan sejak Februari lalu. Namun, pemerintah Israel tetap memandang Iran sebagai ancaman keamanan terbesar dan menilai pendekatan diplomatik belum bisa menghilangkan akibat tersebut.

Netanyahu mengatakan pernyataannya didasarkan pada komentar Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ahmad Vahidi, nan menurutnya menegaskan Iran tetap berkeinginan melanjutkan program pengembangan senjata nuklir.

"Kami mendengar hari ini komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Ahmad Vahidi, menyatakan bahwa Iran beriktikad untuk terus mengembangkan senjata nuklir," kata Netanyahu dilansir Anadolu, Kamis (6/8).

Ia menegaskan pemerintahannya bakal mengambil segala langkah nan diperlukan untuk mencegah Iran mempunyai senjata nuklir. "Sebagai perdana menteri Israel, saya berkeinginan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir," tambahnya.

Netanyahu juga menyebut Amerika Serikat sebagai sekutu terbesar Israel dan menegaskan dirinya tetap berkeinginan melakukan apa pun nan diperlukan untuk memastikan keamanan negaranya.

Di sisi lain, upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran terus berlangsung. 

Pada Selasa (4/8), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menyatakan proses mediasi telah memasuki tahap lanjutan, dengan kedua pihak mulai saling berganti rancangan proposal.

Dalam konvensi pers rutin kementerian, Al-Ansari mengatakan seluruh pihak tetap berupaya mencari penyelesaian melalui jalur diplomasi guna meredakan konflik.

Menurut otoritas Iran, perang nan melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak Februari telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran beberapa kali melancarkan serangan jawaban nan menyasar akomodasi serta aset militer Amerika Serikat di sejumlah negara area Timur Tengah.

Pada Juni lalu, Qatar berbareng Pakistan berasosiasi sebagai mediator dalam pembicaraan antara Washington dan Teheran. 

Upaya tersebut menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman pada 18 Juni dan membuka jalan bagi perundingan menuju kesepakatan akhir.

Namun, proses negosiasi sempat terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai pengaturan keamanan maritim dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Ketegangan kembali meningkat pada periode 8 hingga 24 Juli ketika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran.

Sebagai balasan, Teheran mengeklaim menargetkan akomodasi serta perlengkapan militer Amerika Serikat nan berada di sejumlah negara Arab, terutama di Yordania, Bahrain, dan Kuwait. (Z-2)

Selengkapnya