Nuklir China Makin Perkasa, Ini Bukti Barunya

56 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - China kembali memperkuat kapabilitas daya bersihnya setelah unit kedua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Taipingling di Provinsi Guangdong resmi beraksi secara komersial pada Senin. Pembangkit tersebut menggunakan Hualong One, reaktor nuklir generasi ketiga nan dikembangkan sendiri oleh China.

Beroperasinya unit kedua itu sekaligus menandai rampungnya tahap pertama proyek PLTN Taipingling secara penuh. Proyek ini menjadi pembangkit nuklir pertama di Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau nan mengangkat teknologi Hualong One.

Ketua CGN Huizhou Nuclear Power Co., Ltd., Zhang Guoqiang, mengatakan dua unit pada tahap pertama proyek tersebut diperkirakan bisa menghasilkan lebih dari 18 miliar kilowatt-jam listrik setiap tahun.

"Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik nyaris 2 juta masyarakat sekaligus mengurangi emisi karbon dioksida hingga 16,63 juta ton per tahun," ujar Zhang, seperti dikutip Xinhua, Selasa (4/8/2026).

PLTN Taipingling berlokasi di Kabupaten Huidong, Kota Huizhou, dan menjadi proyek nuklir pertama di Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau nan mengangkat teknologi Hualong One. Unit pertama telah lebih dulu beraksi sejak April 2026, sementara proyek ini nantinya bakal mempunyai total enam unit reaktor.

Menurut Zhang, teknologi Hualong One telah memenuhi standar keselamatan dunia tertinggi dan menjadi tonggak krusial dalam pengembangan industri tenaga nuklir China. Kehadiran pembangkit tersebut juga diharapkan memperkuat pasokan daya bersih sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon di area selatan China.

Sejumlah master menilai rampungnya tahap pertama PLTN Taipingling menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan daya di Kawasan Teluk Besar. Selain meningkatkan pasokan listrik rendah emisi, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya Beijing mewujudkan sasaran "karbon ganda", ialah mencapai puncak emisi karbon sebelum 2030 dan netral karbon sebelum 2060.

Pemerintah China sendiri menargetkan terbentuknya sistem daya baru nan bersih, rendah karbon, aman, dan efisien pada 2030. Dalam rencana lima tahun terbaru, Beijing menegaskan bakal terus mengembangkan tenaga nuklir secara proaktif dan terukur dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Melalui sasaran tersebut, kapabilitas pembangkit listrik tenaga nuklir nan beraksi di China diharapkan mencapai sekitar 110 gigawatt pada 2030. Hingga akhir 2025, negara itu telah mempunyai 112 unit pembangkit nuklir nan beroperasi, sedang dibangun, maupun telah memperoleh persetujuan pembangunan.

Selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 pada 2026-2030, jumlah reaktor nuklir nan beraksi secara komersial di China diperkirakan bakal melampaui 100 unit, memperkuat posisi negara tersebut sebagai salah satu kekuatan utama bumi dalam pengembangan daya nuklir.

(tfa/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya