Ilustrasi(MI/NIKE AMELIA SARI)
PT Selatox Bio Pharma (Selatox) meresmikan akomodasi manufaktur biofarmasi nan berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, Senin (20/7). Fasilitas tersebut diklaim menjadi akomodasi manufaktur unik botulinum toxin pertama di Indonesia.
Selatox merupakan perusahaan biofarmasi nan berfokus pada penelitian, pengembangan, dan manufaktur produk biofarmasi estetika. Saat ini, perusahaan tengah mengembangkan beragam produk berbasis Botulinum Toxin Type A.
Selain itu, Selatox juga memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat nan Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Republik Indonesia.
Kepala Badan POM Taruna Ikrar mengapresiasi pencapaian PT Selatox Biopharma, nan telah memperoleh sertifikat CPOB alias Good Manufacturing Practice (GMP).
"Tugasnya Badan POM adalah mengawal dan memastikan semua produk itu aman, mempunyai kualitas nan bagus dan faedah nan bagus," katanya, di Selatox Bio Pharma, Cikarang, Jawa Barat, Senin (20/7).
Menurut Taruna, beroperasinya akomodasi tersebut merupakan langkah strategis dalam memajukan industri biofarmasi dalam negeri, seiring dengan melonjaknya permintaan produk biologis di pasar global.
Taruna menjelaskan produk biologis saat ini memegang porsi terbesar di pasar farmasi internasional. Data dunia menunjukkan bahwa produk biologis menyumbang sekitar 65% dari total nilai industri farmasi, sementara produk berdasar sintetis kimia hanya sekitar 35%.
“Saat ini, jika standar nan kita gunakan adalah pasar global, maka 65% dari seluruh pasar dunia merupakan produk biologis. Hanya 35% nan merupakan produk farmasi berbasis sintetis kimia,” jelasnya.
Young Hoon, Chief Executive Officer of Selatox mengatakan perolehan sertifikasi CPOB dari Badan POM merupakan pencapaian krusial bagi Selatox. "Sertifikasi ini menegaskan bahwa akomodasi manufaktur dan sistem manajemen mutu kami telah memenuhi standar nan ditetapkan," katanya.
"Ke depan, kami juga bakal terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia lokal serta penerapan teknologi manufaktur berstandar internasional untuk tumbuh berbareng dan berkontribusi terhadap kemajuan industri farmasi dan bioteknologi Indonesia," lanjutnya. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·