Pakai Mobil Listrik Tak Seribet yang Dibayangkan, Ini Buktinya

2 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah bertahun-tahun mengandalkan kendaraan bahan bakar minyak (BBM), sekarang kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) mulai banyak digunakan oleh masyarakat.

Mengendarai mobil listrik tidak sama seperti mengendarai mobil bermesin konvensional, baik itu bensin maupun diesel. Dengan sumber daya nan berbeda, ditambah tanpa mengeluarkan suara, pengendara butuh mengubah kebiasaan saat mengendarai mobil ramah lingkungan.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana menjelaskan, pengendara mobil listrik kudu mengerti bahwa kendaraan nan tengah digunakannya bisa jadi tak disadari keberadaannya oleh pengendara lain. Sebab, mesin pada mobil listrik tidak menimbulkan suara. Sumber bunyi dari mobil listrik biasanya hanya muncul dari roda nan bersenggolan dengan aspal.

"Jadi seiring dengan hadirnya kendaraan listrik, harusnya langkah berkendara kita diubah. Karena mobil listrik ini kan nggak ada suaranya. Terutama di persimpangan (jalan) biasakan kita berhenti, mau itu (lampu) merah mau itu (lampu) hijau, berakhir dulu (sejenak, pastikan dulu clear, baru kita melintas," ungkap Sony, dikutip dari Detik.com, Jumat (24/7/2026).

Berikutnya, perihal nan perlu diperhatikan oleh pengemudi mobil listrik adalah soal lama waktu mengemudi dan kepatuhan terhadap peraturan lampau lintas. Dalam perihal ini, pengemudi mobil listrik patut untuk selalu berada di jalur nan kondusif dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan nan aman.

"Jaga jarak dan selalu melangkah di sebelah kiri jika dua lajur, boleh di tengah jika ada tiga lajur. Kalau kita mau mendahului, baru pakai lajur kanan. Juga selalu konsentrasi ketika di jalan tol, kemudian kecepatan minimal 60 km/jam, maksimal 80 km/jam. Selain itu gunakan mode Sport," jelasnya.

Dirinya menyarankan, untuk di dalam kota, pengemudi perlu mengontrol kecepatan maksimal di 40-50 km/jam. Pengemudi kudu menjaga jarak, lantaran ada potensi berjumpa beragam kendaraan lainnya dengan beragam ukuran selama berada di jalan.

Untuk mode berkendara, pengemudi bisa mengatur ke mode Eco nan condong lebih smooth. Tentu saja perihal itu disesuaikan kembali dengan kebutuhan pengemudi.

Terakhir nan juga wajib diperhatikan setiap pengemudi mobil listrik adalah kondisi daya baterai dan perkiraan jarak nan bakal ditempuh dalam perjalanan. Pastikan daya pada baterai mobil listrik tersebut penuh alias minimal ada di nomor kisaran 90%. Jika mau menempuh jarak nan lebih jauh, pastikan wilayah nan dilalui alias di tempat tujuan terdapat akomodasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Pada dasarnya, mobil listrik mempunyai tingkat keamanan nan sama dengan mobil bermesin konvensional. Bahkan, dalam uji tabrak, mobil listrik seringkali meraih ranking tinggi dalam perihal perlindungan tabrakan frontal, ketahanan terhadap tabrakan samping, keselamatan penumpang anak-anak, hingga perlindungan pejalan kaki.

Di samping itu, para produsen mobil listrik juga sudah mempunyai sistem manajemen baterai nan bisa memantau keahlian sekaligus suhu guna menghindari potensi terbakar akibat panas berlebih. Sebab, mobil listrik biasanya mempunyai keamanan berlapis, baik itu berasal dari baterai maupun sistem pengeremannya. Hal itu membikin mobil listrik tergolong kondusif untuk digunakan di jalan raya.

Pengalaman Pengemudi Kendaraan Listrik

Salah satu pengguna kendaraan listrik, Mutiara Nabila mengaku sangat nyaman menggunakan mobil listrik untuk mobilitas sehari-hari. Selain lezat dan nyaman, dia juga memandang saat ini sudah banyak SPKLU di sejumlah titik kawasan.

"Bebas ganjil genap sih nan paling mantap kalo pakai mobil listrik," ungkap Mutiara kepada CNBC Indonesia.

Mutiara juga menjelaskan, nilai pengisian baterai untuk mobil listrik lebih irit dibandingkan dengan nilai BBM nan dikonsumsi mobil konvensional. Pajak mobil listrik pun lebih rendah daripada mobil berbahan bakar fosil.

Sementara itu, pengemudi lainnya nan berjulukan Rezky Salma mengaku mempunyai pengalaman nan cukup positif selama mengendarai mobil listrik. Salah satu faedah besar mobil listrik adalah nilai pengisian ulang baterai nan terasa lebih irit daripada BBM, terutama bagi pengemudi di area Jabodetabek.

"Aku udah pake dari Agustus alias September 2025 gitu kalo tidak salah. Positifnya tentu irit dan dapat banyak privilege di tempat parkir," tandas dia.

(rah/rah)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya