CEO Republikorp, Norman Joesoef(Instagram)
KABAR mengenai CEO Republikorp, Norman Joesoef, nan disebut-sebut bakal dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) dalam reshuffle kabinet Agustus 2026 mendapat support positif dari kalangan akademisi.
Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Pertahanan RI, Prof. Banyu Perwita, menilai figur Norman sangat tepat untuk mengisi posisi strategis tersebut, terutama di tengah dinamika geopolitik dunia nan bergerak semakin sigap dan tak menentu. Meski demikian, penunjukan Wakil Menteri Pertahanan pada dasarnya merupakan kewenangan prerogatif Presiden sebagai kepala pemerintahan dalam menentukan kebutuhan kabinet dan arah kebijakan strategis negara.
Menurut Prof. Banyu, latar belakang Norman sebagai pelaku industri pertahanan memberikan nilai tambah nan langka dan jarang dimiliki oleh figur pemerintahan pada umumnya. Norman dinilai mempunyai pemahaman komprehensif lantaran terlibat langsung dalam proses produksi dan kerjasama teknologi alutsista.
"Sebagai seorang sipil nan sangat memahami dan apalagi melakukan sendiri proses industri pertahanan, sosok Norman adalah sosok nan tepat. Ditambah lagi dengan usia nan relatif tetap sangat muda, Indonesia memerlukan sosok Wamenhan nan dapat bergerak dengan sigap namun sistematis," ujar Banyu.
Ia juga menekankan pentingnya figur ahli filsafat luas dengan pengalaman dunia untuk membaca arah kebijakan ke depan. "Kita butuh sosok nan memahami konteks geopolitik dan geoekonomi dunia nan sangat dinamis," tambahnya.
Kombinasi antara kecepatan eksekusi, sistematika kerja, dan wawasan dunia tersebut diyakini bakal memperkuat peran dan kegunaan Kementerian Pertahanan dalam mengarahkan kebijakan pertahanan nasional, baik di kancah regional maupun global. Lebih jauh, Prof. Banyu memandang potensi penunjukan ini sebagai katalis positif bagi kemandirian industri pertahanan dalam negeri nan tidak hanya berkutat pada aspek teknis.
"Tentu saja perihal ini bakal membawa angin segar bagi pengembangan industri pertahanan di tanah air. Pengalaman lapangan nan dimiliki oleh sosok Norman dapat menjadi akselerator bukan saja dalam bagian industri pertahanan, namun juga aspek lain dalam kebijakan pertahanan negara," jelasnya.
Saat ini, Indonesia tengah memprioritaskan peningkatan kapabilitas serta kapabilitas industri pertahanan guna mengantisipasi eskalasi geopolitik dan geostrategis. Kehadiran praktisi industri di pucuk ketua kementerian dinilai sebagai langkah percepatan nan rasional.
"Sosok Norman bakal menambah daya sorong kebijakan dan keahlian pertahanan RI," pungkas Banyu. (RO/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·