Pakar Larang Penggunaan Parasetamol untuk Tanaman, Ini Risikonya

1 hari yang lalu 4
Pakar Larang Penggunaan Parasetamol untuk Tanaman, Ini Risikonya Ilustrasi--Pekerja memetik cabe saat panen raya cabe domba ori di Desa Salakaria, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (14/2/2025).(ANTARA/Adeng Bustomi)

BELAKANGAN ini, konten di media sosial nan menyarankan penggunaan parasetamol sebagai penyubur tanaman tengah menjadi sorotan. Menanggapi kejadian tersebut, Penanggung Jawab Klinik Tanaman Fakultas Pertanian IPB University, Dr. Efi Toding Tondok, memberikan peringatan keras kepada masyarakat.

Dr. Efi secara tegas tidak menyarankan penggunaan obat manusia tersebut pada tanaman. Menurutnya, tindakan ini berisiko memicu akibat jelek jangka panjang nan belum terpetakan secara ilmiah, mulai dari kematian organisme tertentu hingga ancaman resistensi patogen.

"Parasetamol dibuat unik untuk kesehatan manusia dan belum ada penelitian maupun info sama sekali nan membuktikan bahwa kandungan parasetamol dibutuhkan oleh tumbuhan alias bisa menyuburkan tanaman, khususnya cabai," ungkap Dr. Efi.

Risiko dan Ketidakefektifan

Ia menjelaskan bahwa formulasi obat manusia dirancang dengan dosis rendah nan sangat terukur agar kondusif bagi tubuh manusia. Jika diaplikasikan pada tumbuhan, selain harganya jauh lebih mahal dibandingkan pupuk konvensional, efektivitasnya pun sama sekali belum teruji secara klinis di bagian pertanian.

Meskipun beberapa senyawa dalam obat manusia, seperti masam salisilat, memang diketahui dapat meningkatkan ketahanan tumbuhan, namun formula untuk manusia jauh lebih murni dan mahal. Penggunaan dalam skala luas justru sangat rawan bagi lingkungan.

"Jika mempergunakan untuk tumbuhan, apalagi dalam area nan luas, bisa menimbulkan akibat nan belum kita ketahui. Misalnya membikin organisme-organisme tertentu meninggal alias menyebabkan resistensi terhadap obat-obat nan malah menjadikan mikroorganisme itu—yang mungkin adalah patogen manusia—menjadi resisten terhadap obat," tegasnya.

Perbandingan: Parasetamol vs Pupuk Khusus Tanaman

Aspek Parasetamol (Obat Manusia) Pupuk Khusus/Bahan Alami
Tujuan Formulasi Kesehatan manusia Nutrisi dan pertumbuhan tanaman
Data Penelitian Tidak ada untuk tumbuhan Teruji secara ilmiah dan aman
Efisiensi Biaya Sangat mahal Ekonomis/Murah
Dampak Lingkungan Risiko resistensi patogen Aman bagi ekosistem

Alternatif nan Lebih Aman

Sebagai solusi, Dr. Efi menyarankan masyarakat untuk tetap menggunakan pupuk nan memang diformulasikan untuk tumbuhan, seperti pupuk kandang, lantaran keamanannya bagi lingkungan, tanaman, dan konsumen sudah terjamin.

Bagi masyarakat nan mempunyai tanaman hias alias kebun mini di rumah, dia merekomendasikan pemanfaatan limbah rumah tangga nan jauh lebih berfaedah dan kondusif daripada menggunakan obat-obatan kimia manusia.

"Tanaman dalam pot misalnya, bisa dipupuk dengan bahan nan biasa kita buang seperti air cucian beras. Itu bakal sangat baik untuk nutrisi tanaman. Jadi, jangan gunakan obat-obat untuk manusia pada tumbuhan lantaran risikonya bakal lebih banyak nan belum kita lihat saat ini," pungkasnya. (Z-1)

Selengkapnya