Pakar Onkologi: Harapan Hidup Pasien Kanker Semakin Meningkat Berkat Terapi Presisi

5 hari yang lalu 42
 Harapan Hidup Pasien Kanker Semakin Meningkat Berkat Terapi Presisi PAKAR Onkologi dari Parkway Cancer Centre Singapura, See Hui Ti.(Dok. Antara)

PAKAR Onkologi dari Parkway Cancer Centre Singapura, See Hui Ti, mengungkapkan optimisme terhadap tingkat kesembuhan kanker saat ini. Ia menyebut bahwa angan hidup pasien kanker terus mengalami peningkatan nan signifikan berkah kemajuan teknologi medis dan metode pengobatan kanker nan semakin presisi.

Dalam obrolan media di Jakarta, Kamis (16/7), Dr. See menjelaskan bahwa meskipun jumlah kasus kanker secara dunia menunjukkan tren kenaikan, perkembangan terapi memungkinkan pasien untuk memperkuat hidup lebih lama. "Banyak pasien dapat hidup lebih dari 10–15 tahun setelah pemeriksaan lantaran adanya pengobatan nan semakin presisi," ujarnya.

Kaitan Obesitas dan Risiko Kanker

Meski teknologi medis berkembang pesat, master See mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap aspek akibat style hidup. Ia menyoroti hubungan erat antara kadar insulin, obesitas, dan beberapa jenis kanker tertentu.

Beberapa jenis kanker nan dipicu oleh kondisi tersebut antara lain:

  • Kanker payudara
  • Kanker rahim
  • Kanker usus besar (kolon)
  • Kanker lambung
  • Kanker prostat
  • Kanker ginjal

Ia menekankan pentingnya menjaga berat badan ideal melalui asupan gizi seimbang, terutama bagi wanita untuk mencegah kanker serviks dan payudara. Namun, dia memberikan catatan bahwa berat badan ideal berkarakter individual dan dipengaruhi aspek genetik.

"Menurunkan berat badan dari obesitas ke normal sangat membantu. Namun, bagi nan sudah normal tidak perlu menjadi terlalu kurus. Khusus untuk wanita di atas 50 tahun alias pascamenopause, menjaga tubuh tetap ramping memberikan perlindungan akibat nan lebih baik," tambahnya.

Vaksinasi dan Pengelolaan Stres

Terkait pencegahan kanker serviks, master See mendorong orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi HPV sesuai rekomendasi pemerintah sebagai langkah perlindungan utama.

Selain aspek fisik, aspek psikologis juga memegang peranan krusial dalam proses penyembuhan. Berdasarkan pengalaman klinisnya, dokter See menegaskan bahwa stres berkepanjangan dapat memicu kekambuhan sel kanker.

Faktor pemicu stres nan sering ditemukan meliputi bentrok rumah tangga, masalah keluarga, hingga tekanan emosional jangka panjang. Oleh lantaran itu, pendekatan medis saat ini tidak hanya konsentrasi pada terapi fisik, tetapi juga membantu pasien dalam mengelola kondisi psikologis mereka demi mencapai pemulihan nan optimal. (Ant/H-3)

Selengkapnya