Pangeran William(Ian Forsyth / POOL / AFP)
PANGERAN William menyampaikan penghormatan kepada Nirmal Purja, pendaki gunung ternama bumi nan meninggal bumi setelah terkena longsoran salju di Gunung Broad Peak, Pakistan.
Pangeran Wales menyebut Purja sebagai “salah satu pendaki gunung terbesar di dunia” dan sosok nan “benar-benar unik”. Ia mengaku sangat sedih atas kepergian pendaki asal Nepal tersebut nan sebelumnya pernah bekerja di pasukan unik Inggris.
Purja, nan dikenal dengan nama Nims, sedang memimpin ekspedisi beranggotakan 10 orang di Broad Peak dengan ketinggian 8.051 meter, gunung tertinggi ke-12 di bumi nan berada di wilayah utara Pakistan. Longsoran terjadi pada Kamis sekitar tengah hari saat tim berada dalam perjalanan pendakian.
Perusahaan ekspedisi nan didirikan berbareng Purja, Elite Exped, mengonfirmasi bahwa mantan prajurit Angkatan Darat Inggris dan Royal Marines tersebut meninggal bumi dalam tragedi itu.
Klub Alpen Pakistan kemudian menyatakan pada Sabtu bahwa tidak ada satu pun personil golongan ekspedisi tersebut nan sukses selamat.
Pangeran William Kenang Dedikasi dan Kerendahan Hati Purja
Melalui unggahan di platform X, Pangeran William menyampaikan rasa dukanya atas meninggalnya Purja dan para korban lain dalam longsor Broad Peak.
“Saya sangat sedih mendengar berita tragis meninggalnya Nirmal Purja dan mereka nan kehilangan nyawa dalam longsoran di Broad Peak,” tulis Pangeran William.
“Nims mengabdi dengan penuh kehormatan di Angkatan Bersenjata Inggris sebelum menjadi salah satu pendaki gunung terbesar di dunia, sekaligus membawa nama pendaki Nepal ke panggung dunia.”
Menurut Pangeran William, tekad Purja dalam mengejar hal-hal nan dianggap mustahil, dipadukan dengan sikap rendah hati dan kepeduliannya terhadap orang lain, menjadikannya sosok nan sangat istimewa.
“Pikiran saya berbareng keluarganya dan family semua orang nan meninggal dunia,” tambahnya.
Elite Exped Konfirmasi Kepergian Purja dan Anggota Tim
Elite Exped juga menyampaikan berita duka melalui akun IG resminya.
“Dengan kesedihan mendalam dan hati nan hancur, hari ini kami mengonfirmasi bahwa Nirmal ‘Nimsdai’ Purja secara tragis kehilangan nyawanya setelah longsoran di Broad Peak. Kami juga menerima konfirmasi bahwa personil lain dari ekspedisi ini tidak selamat,” tulis Elite Exped.
Perusahaan tersebut mengatakan mereka tidak hanya bersungkawa atas kehilangan Purja, tetapi juga seluruh korban tragedi tersebut, termasuk rekan pendakian sekaligus pemandunya, Pur Bahadur Gurung (Yukta) dan Nima Sherpa.
“Kami menyampaikan angan dan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan orang-orang terkasih mereka. Tidak ada kata-kata nan dapat menghapus rasa sakit akibat kehilangan nan tidak terbayangkan ini,” ujar Elite Exped.
Broad Peak, Gunung dengan Risiko Ekstrem
Broad Peak merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Karakoram dan menjadi gunung tertinggi ke-12 di dunia.
Kecelakaan dalam ekspedisi pendakian di wilayah utara Pakistan cukup sering terjadi akibat beragam faktor, seperti longsoran salju, jatuhan es dan batu, kondisi ketinggian ekstrem, serta perubahan cuaca nan cepat.
Tim penyelamat sebelumnya telah melakukan pencarian terhadap para pendaki nan lenyap meskipun menghadapi cuaca buruk. Mereka menemukan empat jenazah, termasuk Nadhira Al Harthy asal Oman dan Pur Bahadur Gurung “Yukta” dari Nepal.
Keluarga pendaki asal Amerika Serikat, Mallory Geis, menggambarkan dirinya sebagai sosok “cahaya terang nan sangat dicintai family dan teman-temannya”.
Nirmal Purja, Pendaki nan Menaklukkan Zona Kematian
Nirmal Purja, 43 tahun, merupakan penduduk negara Inggris nan dianugerahi gelar MBE (Member of the Order of the British Empire) dan dikenal sebagai salah satu pendaki paling berpengaruh di dunia.
Pada 2019, dia mencetak sejarah dengan mendaki 14 puncak tertinggi bumi nan mempunyai ketinggian lebih dari 8.000 meter hanya dalam waktu enam bulan.
Rekor tersebut kemudian dipecahkan oleh pendaki asal Norwegia, Kristin Harila, empat tahun setelah pencapaian Purja.
Kisah luar biasanya menjadi sorotan dalam movie dokumenter Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible. Dokumenter tersebut menampilkan perjalanan Purja menaklukkan puncak-puncak nan dikenal berada dalam “zona kematian”, dimulai dari Annapurna pada 23 April 2019, kemudian Everest pada Mei, dan K2 pada Juli.
Purja juga tampil dalam dokumenter Disney+ Finding Michael. Ia diminta oleh Spencer Matthews, mantan bintang aktivitas Made in Chelsea, untuk membantu menemukan jenazah kakaknya, Michael Matthews, pendaki Inggris termuda nan sukses mencapai puncak Everest sebelum lenyap di gunung tersebut pada 1999.
Matthews mengunggah foto berbareng Purja di IG dan menyebut berita dari Broad Peak sebagai sesuatu nan “menghancurkan hati”.
“Pegunungan menginspirasi kita melalui keindahannya, tetapi juga menuntut rasa hormat nan besar. Setiap orang nan memasuki bumi itu memahami risikonya, namun mereka tetap melangkah lantaran rasa mau tahu, tujuan, semangat, dan kecintaan terhadap tempat nan hanya sedikit orang bisa rasakan,” tulis Matthews.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak keluarga, teman, dan rekan satu tim sekarang menghadapi kehilangan nan sangat berat.
“Semoga mereka nan telah pergi dikenang bukan hanya lantaran gimana mereka meninggal, tetapi lantaran gimana mereka hidup, keberanian nan mereka tunjukkan, dan kehidupan nan mereka sentuh,” ujarnya.
Sosok dengan Semangat Pantang Menyerah
Petualang Inggris Bear Grylls juga memberikan penghormatan kepada Purja. Ia menyebut berita tersebut sebagai sesuatu nan menyedihkan bagi banyak pendaki di seluruh bumi nan mengenal sosok luar biasa tersebut.
“Kami tidak bakal pernah melupakanmu, Nims, dan semangatmu nan tidak pernah berhenti,” tulis Grylls.
Purja lahir di Nepal dan mengabdi di militer selama 16 tahun. Berdasarkan situs resminya, dia menjadi orang Nepal pertama nan berasosiasi dengan SBS (Special Boat Service), salah satu unit pasukan unik Inggris.
Pada 2016, dia melampaui pemisah keahlian manusia ketika menyelamatkan seorang pendaki nan terjebak di “zona kematian Everest”. Ia membawa pendaki tersebut ke tempat kondusif seorang diri.
Atas pencapaiannya dalam bumi pendakian gunung ekstrem, Purja dianugerahi penghargaan MBE oleh Ratu Elizabeth II pada 2018. Ia juga tercatat memegang 18 rekor bumi Guinness berkah beragam prestasi pendakiannya.
Kepergian Nirmal Purja menjadi kehilangan besar bagi bumi pendakian internasional. Ia tidak hanya dikenang sebagai pemecah rekor, tetapi juga sebagai sosok nan mempunyai keberanian, kepedulian, dan semangat kemanusiaan di tengah tantangan alam paling ekstrem. (Z-4)
Sumber: newssky








English (US) ·
Indonesian (ID) ·