Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan program streamlining telah memangkas sekitar 250 entitas BUMN dan menghasilkan efisiensi biaya mencapai Rp50 triliun, hingga Juli 2026. Khusus di sektor asuransi dan penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) ikut berkontribusi melalui penyederhanaan 12 entitas sebagai bagian dari transformasi ekosistem BUMN.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, menggelar pertemuan berbareng jejeran Direksi IFG untuk membahas percepatan program streamlining, perkembangan transformasi holding, serta penguatan tata kelola dan efisiensi perusahaan asuransi BUMN. Dalam kesempatan ini, Dony memberikan pengarahan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari penyederhanaan struktur perusahaan, tetapi juga dari perbaikan kualitas pengelolaan investasi.
Dirinya bilang, beragam persoalan nan selama ini terjadi di industri asuransi berakar pada penempatan investasi nan tidak seimbang dengan tanggungjawab (liabilities), sehingga meningkatkan eksposur akibat perusahaan.
"Kita belajar dan memetakan persoalan-persoalan nan terjadi sebelumnya. Salah satu nan paling banyak terjadi adalah misinvestment. Selama ini banyak persoalan muncul lantaran tidak seimbang antara liabilities dan investasinya. Inilah nan menyebabkan kita terekspos dengan akibat nan cukup besar," ujar Dony dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (23/7/2026).
Di samping itu, dia mengingatkan adanya ketidakseimbangan portofolio investasi nan perlu segera diselesaikan. Menurutnya, pertumbuhan tanggungjawab nan tidak diimbangi dengan keahlian aset investasi, khususnya pada portofolio properti, berpotensi memperlebar kesenjangan finansial perusahaan andaikan tidak segera ditangani.
"Sekarang kita menyadari ada ketidakseimbangan dalam portofolio kita. Saya cemas gap-nya justru semakin besar lantaran liabilities terus meningkat, sementara ada portofolio di sisi properti nan belum menghasilkan margin nan cukup untuk menutupi tanggungjawab tersebut. Ini kudu diselesaikan dengan cepat," jelasnya.
Lantas, IFG diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan investasi nan lebih disiplin, memperkuat manajemen risiko, serta memastikan pengembangan produk asuransi dilakukan berasas kajian akibat nan sehat. Melalui transformasi holding dan program streamlining, IFG diharapkan bisa meningkatkan keberlanjutan industri asuransi BUMN sekaligus mencegah terulangnya kesalahan investasi di masa mendatang.
(rah/rah)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
5







English (US) ·
Indonesian (ID) ·