Panglima Militer Ini di Ujung Tanduk, Disebut Ribut dengan Eks Menhan

17 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Nasib Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Jenderal Oleksandr Syrskyi dikabarkan berada di ujung tanduk di tengah gelombang protes nan mengguncang ibu kota Kyiv. Presiden Volodymyr Zelensky disebut-sebut tengah mempertimbangkan perombakan jejeran ketua militer setelah tekanan publik terus menguat menyusul pemecatan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov.

Selama lima hari terakhir, ribuan demonstran berkumpul di depan instansi kepresidenan Ukraina sembari meneriakkan slogan, "Syrskyi out". Massa juga mendesak Zelensky mengembalikan Fedorov ke kedudukan Menteri Pertahanan setelah dia diberhentikan pekan lampau akibat perselisihan dengan Syrskyi dan Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.

Fedorov nan baru berumur 35 tahun dikenal sebagai sosok modernis dan secara luas mendapat pujian lantaran dinilai sukses memperbaiki posisi Ukraina di medan perang selama enam bulan menjabat sebagai menteri pertahanan.

Di tengah derasnya tekanan politik, Syrskyi pada Senin (20/7/2026) menerbitkan tulisan opini di sebuah surat berita nan membantah adanya bentrok pribadi dengan Fedorov.

"Saya terkejut mengetahui bahwa menteri dan saya disebut sedang berkonflik," tulis Syrskyi.

Ia menegaskan hubungan keduanya selama ini berkarakter ahli meski diwarnai perbedaan pandangan.

"Saya memandang hubungan kami sebagai hubungan kerja, dengan persoalan-persoalan nan rumit, dengan posisi nan berbeda. Memang semestinya seperti itu antara dua lembaga selama perang besar berlangsung," ujarnya.

Syrskyi apalagi menyampaikan permintaan maaf secara terbuka andaikan sikapnya dianggap menyinggung mantan menteri tersebut.

"Saya mungkin bisa bersikap keras. Tetapi saya meminta kepada Anda semua nan mengikuti kisah ini dengan penuh antusias: mari konsentrasi bukan pada persoalan pribadi, melainkan pada tujuan nan lebih besar. Pada kemenangan," katanya.

Jenderal tersebut juga menolak tudingan bahwa dirinya tidak mempunyai strategi dalam memimpin perang melawan Rusia.

"Saya bertempur melawan Moskow, bukan melawan kementerian pertahanan di Kyiv. Pekerjaan saya adalah perang. Strategi, garis depan, dan rakyat. Itulah nan saya lakukan dan bakal terus saya lakukan," tegasnya.

Meski demikian, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina Senin membantah beragam laporan media nan menyebut Syrskyi segera dicopot dari jabatannya. Dalam pernyataan resmi, mereka mengatakan Syrskyi berbareng wakilnya Andriy Hnatov tetap menjalankan tugas seperti biasa.

"Pemberhentian dari kedudukan tersebut dilakukan berasas dekret Presiden Ukraina," demikian pernyataan Staf Umum.

Walaupun pemerintah membantah rumor pergantian panglima, Kepala Staf Kepresidenan Ukraina Kyrylo Budanov memberi sinyal bahwa aspirasi publik telah didengar. "Posisi publik telah didengar," kata Budanov, dilansir The Guardian.

Ia mengatakan pemerintah tengah menangani situasi tersebut secara profesional.

"Situasi ini sedang diselesaikan secara ahli dan konstruktif," ujarnya sembari meminta masyarakat tetap tenang.

"Mari semua tetap tenang. Musuh mengawasi dengan jeli setiap perselisihan internal kita dan menunggu kita mulai bertikai satu sama lain... pekerjaan sedang berlangsung. Hasilnya bakal mengikuti," lanjut Budanov.

Aksi protes sendiri dimulai Kamis pekan lalu. Sejumlah demonstran apalagi membawa parutan keju sebagai simbol sindiran terhadap Syrskyi, lantaran pelafalan nama sang jenderal dalam bahasa Ukraina terdengar mirip dengan kata "keju".

Zelensky sebelumnya mengakui hubungan antara Fedorov dan Syrskyi memang telah memburuk.

Setelah dicopot dari kedudukan Menteri Pertahanan, Fedorov menuduh petinggi militer menghalang agenda reformasi.

Menurutnya, ketua militer menciptakan beragam "hambatan birokrasi" terhadap reformasi, mengabaikan data, dan justru memberi penghargaan kepada brigade-brigade nan loyal secara pribadi kepada Syrskyi.

Seorang sumber dari kalangan militer mengatakan kepada media bahwa masa depan Syrskyi praktis sudah ditentukan.

"Nasibnya sudah diputuskan. Pertanyaannya tinggal siapa nan bakal menggantikannya. Ada beberapa persyaratan penting. Orang itu kudu dikenal dan terkenal sehingga semua orang bakal bertepuk tangan," kata sumber tersebut.

Menurut sumber itu, pengganti Syrskyi juga tidak boleh mempunyai ambisi politik terbuka agar tidak menjadi pesaing baru bagi Zelenskyy.

"Tetapi dia juga tidak boleh mempunyai ambisi politik terbuka agar tidak menciptakan rival baru. Dia kudu seorang militer berilmu nan mendengarkan presiden dan melakukan apa nan diinginkan presiden," tambahnya.

Pada Senin, Zelensky menggelar pertemuan dengan sejumlah kandidat potensial pengganti Syrskyi. Salah satu nama nan disebut adalah Mykhailo Drapatiy, Kepala Pasukan Gabungan Ukraina.

Drapatiy dikenal luas sejak 2014 ketika mengendarai tank menerobos blokade golongan pro-Rusia saat Moskow pertama kali berupaya merebut kota Mariupol di Ukraina timur.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Pertahanan baru Yevheniy Khmara nan ditunjuk Zelenskyy menggantikan Fedorov.

Hingga sekarang belum jelas apakah Fedorov bakal dikembalikan ke kedudukan lamanya sebagaimana dituntut demonstran alias diberi posisi lain di pemerintahan.

Penyelenggara demonstrasi memberikan tenggat waktu hingga Jumat bagi Zelensky untuk mengembalikan Fedorov sebagai Menteri Pertahanan. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka menakut-nakuti menggelar "protes umum tanpa pemisah waktu" di beragam kota di Ukraina.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya