Pekan Inovasi Nasional UMB 2026, Mahasiswa Indonesia-Malaysia Beri Solusi Berbasis AI

2 jam yang lalu 4

loading...

Pekan Inovasi Nasional (PIN) Vol. 3 Tahun 2026 digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana di Aula Rektorat Kampus Meruya, Jakarta, Selasa-Rabu (28–29/7/2026). Foto: Ist

JAKARTA - Puluhan tim mahasiswa dari beragam perguruan tinggi di Indonesia hingga Malaysia memamerkan inovasi nan dirancang untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat dalam Pekan Inovasi Nasional (PIN) Vol. 3 Tahun 2026. Berbagai karya nan dipresentasikan didominasi solusi berbasis kepintaran artifisial (AI), teknologi lingkungan, hingga pengembangan sistem pertanian terapan.

PIN Vol. 3 Tahun 2026 nan digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana di Aula Rektorat Kampus Meruya, Jakarta, Selasa-Rabu (28–29/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menggali potensi, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperkenalkan beragam penemuan nan berorientasi pada penyelesaian persoalan di beragam bidang.

Baca juga: Kemendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Jadi Pusat Inovasi Nasional

Sebanyak 73 tim mengikuti kejuaraan tersebut, terdiri atas 53 tim dari Universitas Mercu Buana dan 20 tim dari perguruan tinggi eksternal nan berasal dari 16 perguruan tinggi negeri dan swasta di beragam daerah. Ajang ini juga diikuti delegasi perguruan tinggi dari Malaysia, memperluas ruang kerjasama lintas negara dalam pengembangan inovasi.

Sejumlah karya menawarkan solusi untuk persoalan lingkungan dan perubahan iklim, mulai dari teknologi pengelolaan limbah, konservasi air, pengolahan sampah, hingga pengembangan sistem pertanian terapan. Di sisi lain, tidak sedikit tim menghadirkan penemuan berbasis digital seperti aplikasi, sistem berbasis kepintaran artifisial (artificial intelligence/AI), dan platform digital nan dirancang untuk mempermudah aktivitas masyarakat di beragam sektor.

Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyah mengatakan, perkembangan teknologi dan kompleksitas tantangan masyarakat menuntut lahirnya penemuan nan tidak hanya kreatif, tetapi juga kolaboratif. Sinergi antarmahasiswa, perguruan tinggi, bumi industri, dan beragam pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghasilkan penemuan nan berakibat luas.

“Inovasi bakal terus berkembang pada masa-masa nan bakal datang, nan ada sekarang, silakan saling berkolaborasi, bersinergi untuk kemudian bisa melahirkan ide-ide dan produktivitas nan lebih baik pada masa mendatang,” ujar Andi.

Selengkapnya