Pekerja Migran RI Jadi Pejuang Devisa, Menteri P2MI Beri Bukti Ini

59 menit yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah membidik peningkatan devisa negara sekaligus memperluas kesempatan kerja melalui program Asta Mandala SMK Go Global. Program nan menjadi bagian dari pengarahan Presiden Prabowo Subianto itu disiapkan untuk memenuhi tingginya kebutuhan tenaga kerja Indonesia di sejumlah negara seperti Malaysia, Jepang, Taiwan, Jerman, Turki, Korea Selatan hingga area Eropa.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan, program tersebut tidak sekadar memberikan training kepada calon pekerja migran, melainkan disusun berasas permintaan tenaga kerja dari negara tujuan.

"Jadi mekanismenya, ada dulu pasarnya, ada dulu negara penempatan dan sektornya, dibutuhkan kompetensi seperti apa, baru dilatih seperti apa. Jadi latih, kompeten, tempatkan. Sehingga KPI-nya adalah penempatan, bukan hanya pelatihan," kata Mukhtarudin dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah telah terlebih dulu memprofilkan kebutuhan tenaga kerja dari masing-masing negara berasas job order (JO) nan telah diverifikasi oleh perwakilan Indonesia di luar negeri. Setelah itu, calon pekerja migran diberikan training sesuai kompetensi nan dibutuhkan.

"Jadi sudah ada ordernya. Nah ordernya sudah ada dibutuhkan kompetensi seperti apa, baru kita latih seperti apa," ujarnya.

 Mandiri)Bank Mandiri Bersama Pekerja Migran Indonesia Bagikan Masker di Hong Kong. (Dok: Mandiri) Foto: Bank Mandiri Bersama Pekerja Migran Indonesia Bagikan Masker di Hong Kong. (Dok: Mandiri)

Sektor nan menjadi prioritas meliputi caregiver, manufaktur, welder, konstruksi, transportasi, hospitality, perawat (nurse), agrikultur hingga wellness therapist. Para lulusan nantinya bakal diarahkan mengisi kesempatan kerja di beragam negara tujuan, antara lain Jepang, Jerman, Malaysia, Korea Selatan, Turki, Singapura, Taiwan, Maladewa hingga sejumlah negara di area Eropa.

Adapun negara nan saat ini paling banyak memerlukan pekerja migran Indonesia, lanjut Mukhtarudin, berasal dari area Asia.

"Negara nan paling banyak dari apa nan sudah kita profiling, adalah negara Malaysia, Taiwan, Jepang termasuk juga Hong Kong ya, dan beberapa negara Eropa, termasuk Turki dan Jerman," sebut dia.

Selain membuka kesempatan kerja, pemerintah juga membidik peningkatan kontribusi pekerja migran terhadap perekonomian nasional melalui remitansi nan dikirim ke Indonesia.

Mukhtarudin menjelaskan, salah satu sasaran dalam program Asta Mandala SMK Go Global adalah sukses remitansi, ialah meningkatkan kesejahteraan pekerja migran beserta keluarganya sekaligus memperbesar sumbangan devisa negara.

"Remitansi ini adalah duit nan dikirim oleh pekerja migran kepada keluarganya, dengan mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja migran Indonesia dan keluarganya, sekaligus memberikan kontribusi terhadap devisa nasional, devisa negara," kata Mukhtarudin.

Menurut dia, remitansi nan dikirim pekerja migran tidak hanya meningkatkan daya beli family di daerah, tetapi juga menjadi sumber devisa bagi Indonesia lantaran dikirim dalam mata duit asing.

"Remitansi itu adalah remitansi produktif, dikirim langsung ke keluarganya sehingga di situlah, dari duit itulah dia membiayai anaknya sekolah, membiayai keluarganya untuk berobat, untuk memperbaiki rumahnya dan lain-lain, untuk juga membentuk usaha. Sehingga dengan remitansi itu diharapkan bisa mendorong kesejahteraan masyarakat, kesejahteraan dari family pekerja migran. Karena remitansi dikirim dalam corak mata duit asing sehingga dia menambah persediaan devisa nasional," jelasnya.

Ia menambahkan, kontribusi remitansi pekerja migran terhadap devisa Indonesia tergolong besar.

"Maka sering kita dengar bahwa para pekerja migran adalah pahlawan ataupun pejuang devisa, lantaran kontribusinya secara ekonomi untuk peningkatan devisa itu adalah cukup besar, 11% dari persediaan devisa nasional itu berasal dari remitansi, berasas info Bank Indonesia," lanjut dia.

Melalui program SMK Go Global, pemerintah menargetkan penempatan 500.000 pekerja migran Indonesia hingga 2029. Program tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses kerja ke luar negeri, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar bisa bersaing di pasar kerja global, sekaligus memperkuat kontribusi pekerja migran terhadap perekonomian nasional.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya