ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang wanita nan menjadi buronan Interpol atas tindakan pengeboman di Monako pekan lampau dilaporkan telah ditemukan tewas mengenaskan di Ukraina. Menyusul penemuan jasad tersebut, abdi negara penegak norma bergerak sigap dan sukses menangkap seorang perwira intelijen militer Ukraina nan diduga kuat terlibat dalam pembunuhan sang pengebom.
Mengutip laporan Reuters, Kejaksaan Agung Ukraina mengonfirmasi via Telegram bahwa jasad Anastasiya Berezovska ditemukan dengan luka tembak di bagian kepala di dekat ibu kota Kyiv pada Senin (06/07/2026) malam pukul 23.00 waktu setempat. Berezovska merupakan penduduk negara Ukraina berumur 39 tahun nan dicari oleh kepolisian Monako atas dakwaan percobaan pembunuhan menggunakan peledak rakitan pada tanggal 29 Juni lalu.
Pihak berkuasa sejauh ini telah menahan dua orang laki-laki nan menjadi tersangka utama eksekusi meninggal Berezovska, di mana salah satunya merupakan pegawai aktif Dinas Intelijen Militer Ukraina (HUR) dan satu lainnya merupakan mantan perwira polisi. Berdasarkan pencarian digital, kedua tersangka kedapatan berkomunikasi intensif dengan Berezovska sejak sang buron kembali ke Ukraina pada tanggal 1 Juli serta mengirimkan sejumlah biaya ke akun bank dan dompet kriptonya.
Dalam proses pemeriksaan, oknum pegawai HUR tersebut akhirnya mengakui perbuatannya nan telah menghabisi nyawa Berezovska berbareng tersangka lainnya. Selain menemukan selongsong peluru pistol di dekat letak jasad, polisi nan menggeledah rumah sang mantan perwira polisi juga dikejutkan dengan penemuan sebuah ruang bawah tanah nan didesain mirip seperti bilik penyiksaan.
"Dia juga mengatakan bahwa dia tidak memberi tahu pemimpin alias komandannya tentang kontaknya dengan Berezovska, transfer uang, alias tindakan lainnya, dan bertindak atas inisiatifnya sendiri," tulis Kejaksaan Agung Ukraina dalam pernyataan resminya.
Pengusaha nan Disanksi Ukraina
Aksi pengeboman nan dituduhkan kepada Berezovska di Monako pada pekan lampau diketahui menargetkan seorang developer properti kelahiran Ukraina, Vadym Yermolaiev, beserta pasangan dan putranya hingga mengalami luka parah. Korban nan telah beranjak menjadi penduduk negara Siprus sejak tujuh tahun lampau tersebut rupanya telah dijatuhi hukuman ekonomi oleh pemerintah Ukraina pada tahun 2023.
Media lokal melaporkan hukuman keras tersebut dijatuhkan lantaran Yermolaiev dituding tetap menjalankan aktivitas upaya terlarangan di wilayah Krimea nan telah dianeksasi oleh Rusia. Meski Yermolaiev berulang kali membantah tuduhan upaya tersebut, kejadian pengeboman ini diduga kuat mempunyai motif politik dan keterlibatan jaringan persekongkolan pidana nan lebih luas.
Sebelum ditemukan tewas dibungkam, Berezovska sempat sukses mengelabui otoritas Monako dengan melarikan diri melangkah kaki menuju Prancis, sebelum akhirnya kabur menggunakan mobil melintasi Italia dan Jerman untuk kembali ke Ukraina.
Kejaksaan Agung Ukraina menegaskan bahwa seluruh draf info investigasi sekarang telah dibagikan kepada otoritas Monako guna mengungkap tokoh intelektual utama nan memerintahkan serangan peledak tersebut.
(tps/luc)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·