Konter HP Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.(MI/Akhmad Safuan)
KEPOLISIAN memastikan bahwa jenazah laki-laki nan ditemukan di dalam mobil sedan, Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, adalah Candra Waskito, 25, bos konter HP asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Korban sebelumnya dilaporkan menjadi korban perampokan dan penculikan pada Rabu (5/8) malam.
Berdasarkan pantauan pada Jumat (7/8), konter HP Royal Phone milik korban nan berlokasi di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, tetap tertutup rapat dan dipasangi garis polisi (police line). Ratusan penduduk nan melintas tampak tetap memadati area sekitar letak kejadian untuk memandang kondisi terkini pascaperistiwa tragis tersebut.
Kapolres Semarang, Ajun Komisaris Besar Heru Dwi Purnomo, mengonfirmasi identitas korban setelah dilakukan pencocokan data. "Benar, korban tewas di dalam mobil nan ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, itu merupakan bos konter HP di Ambarawa nan lenyap dan diduga korban perampokan serta penculikan," ujar Heru, Jumat (7/8).
Korban nan merupakan penduduk Kecamatan Banyubiru tersebut ditemukan di letak nan berjarak sekitar 49 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP) awal. Saat ini, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan mendalam untuk mengejar para pelaku nan diduga berjumlah lebih dari satu orang.
Temuan Barang Bukti di Lokasi
Kapolsek Gubug, Ajun Komisaris Anang Heriyanto, menjelaskan bahwa selain jenazah korban, polisi juga mengamankan sejumlah peralatan bukti di sekitar mobil sedan milik korban. Barang bukti tersebut meliputi puluhan kardus ponsel, komponen HP, serta kaos nan ditemukan dalam kondisi terbakar di bak sampah nan berjarak sekitar 15 meter dari mobil.
"Di busana korban ditemukan bercak darah dan terdapat luka pada bagian kepala. Untuk kepentingan autopsi dan pemeriksaan medis lebih lanjut, jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara pada Kamis (6/8) malam sekitar pukul 23.30 WIB," jelas Anang. Seluruh peralatan bukti sekarang telah diserahkan ke Polres Semarang untuk pengusutan lebih lanjut.
Kesaksian Warga mengenai Terduga Pelaku
Dugaan mengenai jumlah pelaku diperkuat oleh kesaksian penduduk sekitar letak penemuan mayat. Dedi, seorang saksi mata, mengaku sempat berhadapan dengan dua orang mencurigakan pada Kamis (6/8) pagi saat hendak mengantarkan anaknya sekolah.
”Saat saya mengantar anak, saya memandang di dalam mobil itu ada dua orang laki-laki tetap muda. Bagian belakang mobil tidak terlihat jelas lantaran kacanya gelap,” ungkap Dedi.
Dedi menambahkan, saat dia kembali dari sekolah, dia memandang kedua pemuda tersebut melangkah kaki mengenakan jaket hoodie dengan penutup kepala. Keduanya tampak bingung dan sempat meminta tolong penduduk untuk diantarkan ke arah Kecamatan Godong dengan argumen hendak pulang ke rumah.
Kasus ini mulai terungkap sepenuhnya pada sore hari menjelang malam, ketika penduduk menemukan mayit di dalam mobil nan ditinggalkan tersebut. Polisi sekarang terus melakukan pengejaran terhadap kedua terduga pelaku nan identitasnya tengah didalami. (I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·