Ilustrasi(Dok Manggala Agni)
OPERASI pemadaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, tetap terus bersambung hingga Selasa (21/7).
Sudah seminggu penanganan, empat regu Manggala Agni tetap memperkuat di letak untuk memastikan bara api nan tetap tersimpan di lapisan gambut betul-betul padam.
Meski api di permukaan sudah sukses dikendalikan, proses pendinginan belum bisa dihentikan. Asap tipis tetap berpotensi muncul dari titik-titik tertentu akibat bara nan berada di bawah permukaan tanah gambut. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak turunnya hujan di letak sejak Senin (20/7), sehingga kelembapan lahan tetap rendah.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan pekerjaan di lapangan saat ini memerlukan ketelitian dan kesabaran nan tinggi. Personel tidak hanya menyiram permukaan lahan, tetapi juga kudu memastikan seluruh lapisan gambut nan tetap menyimpan panas betul-betul basah.
"Pagi ini empat regu Manggala Agni tetap terus melakukan penanganan di Pematang Pudu. Penanganan di lahan gambut memang memerlukan waktu, ketelitian, dan kesabaran lantaran bara bisa memperkuat di bawah permukaan tanah. Kemarin juga tidak terjadi hujan di letak sehingga upaya pendinginan kudu terus dilakukan secara maksimal," ujar Ferdian, Selasa (21/7).
Dijelaskannya, setiap titik nan tetap berpotensi menyimpan bara diperiksa satu per satu. Petugas melakukan penyiraman berulang hingga tidak lagi ditemukan sumber panas nan dapat memicu kebakaran kembali.
Sebelumnya, tim juga menghadapi hambatan semakin terbatasnya sumber air. Di sejumlah lokasi, air hanya tersedia dari kanal-kanal mini alias kanal cacing nan debitnya terus menurun akibat musim kemarau. Personel apalagi kudu membersihkan endapan lumpur terlebih dulu agar air dapat dipompa menuju area kebakaran.
Berdasarkan hasil pemantauan udara sebelumnya, luas area terdampak kebakaran di Pematang Pudu diperkirakan mencapai sekitar 81 hektare. Hingga kini, konsentrasi operasi bukan lagi memadamkan api nan terlihat, melainkan menuntaskan bara tersembunyi di dalam lapisan gambut agar tidak memunculkan titik api baru.
Ia menegaskan, tim bakal tetap berada di letak sampai seluruh area dinyatakan aman.
Operasi pemadaman di Pematang Pudu terus melibatkan empat regu Manggala Agni nan bekerja sejak pagi hingga sore hari. Dengan kondisi cuaca nan tetap kering dan minim hujan, proses pendinginan diperkirakan tetap bakal bersambung sampai seluruh titik dipastikan bebas dari bara api.
"Kami tidak mau terburu-buru menyatakan selesai. Prioritas kami memastikan tidak ada lagi bara nan tersisa sehingga letak betul-betul kondusif dan tidak terjadi kebakaran ulang," pungkasnya.(RK/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·