Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Naik, Tembus Rp 514,39 T

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat peningkatan pembayaran kembang utang pemerintah dalam realisasi APBN 2025. Nilainya mencapai Rp 514,39 triliun alias lebih tinggi 5,32% dibanding 2024 senilai Rp 488,42 triliun.

Meskipun secara nominal makin tinggi, tapi kenaikan pembayaran kembang utang ini tetap lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, shopping pembayaran kembang utang mengalami kenaikan sekitar 11,03% dari Rp 439,88 triliun menjadi Rp 488,42 triliun.

Selain itu, dibanding pagu anggaran nan disiapkan untuk bayar kembang utang sepanjang 2025, juga tetap lebih rendah. Sebab, jumlah nan dianggarkan dalam APBN 2025 untuk pembayaran kembang utang sebesar Rp 552,85 triliun.

"Realisasi Belanja Pembayaran Bunga Utang TA 2025 mencapai Rp514.394.982.025.629 alias 93,04% dari jumlah nan dianggarkan dalam APBN sebesar Rp552.854.291.469.000," sebagaimana tertulis dalam laporan BPK, dikutip Jumat (24/7/2026).

BPK mencatat kenaikan realisasi Belanja Pembayaran Bunga Utang terutama disebabkan oleh bertambahnya outstanding SBN nan berakibat pada kenaikan pembayaran kembang Obligasi Negara.

Selain itu, juga disebabkan peningkatan pembayaran kembang pinjaman dalam negeri, kenaikan hadiah SBSN jangka panjang, serta meningkatnya pembayaran kembang Obligasi Negara dalam kurs asing.

Sebagai iformasi, dari total shopping pembayaran kembang utang, kebanyakan dalam corak pembayaran kembang utang dalam negeri jangka panjang senilai Rp 361,73 triliun pada 2025 naik dari tahu sebelumnya Rp 344,23. Lalu, untuk pembayaran hadiah surat berbobot syariah negara Rp 97,49 triliun, naik dari sebelumnya Rp 89,24 triliun.

Untuk shopping pembayaran kembang utang luar negeri jangka panjang sebesar Rp 43,09 triliun dari sebelumnya Rp 42,48 triliun, dan pembayaran discount surat utang negara Rp 7,63 triliun dari sebelumnya Rp 5,7 triliun.

Sedangkan dalam corak pembayaran loss on bond redemption atas pembelian kembali obligasi negara condong susut menjadi Rp 35,5 miliar dari sebelumnya Rp 160,31 miliar. Belanja pembayara hadiah SBSN juga susut menjadi Rp 4,39 miliar dari sebelumnya Rp 6,59 miliar.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya