Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengkubuwono X (tengah) didampingi istrinya GKR Hemas (ketujuh kiri) dan family melangkah saat melayat Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sri Susuhunan Paku Buwana (PB) XIII di keraton setempa( ANTARAFOTO/Maulana Surya/YU)
PEMERINTAH Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan video hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) nan mengatasnamakan Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Pasalnya, narasi nan dibangun di dalam video juga mengarah pada dugaan modus penipuan dengan memanfaatkan kemiripan wajah dan bunyi hasil rekayasa AI.
"Isi videonya seolah-olah mengarahkan seseorang agar melakukan pembayaran suatu peralatan sebelum peralatan tersebut dikirim. Bahkan di dalam video itu juga disebut nama seseorang. Hal seperti ini tentu tidak mungkin disampaikan oleh Ngarsa Dalem (Sri Sultan)," terang Ditya Nanaryo Aji, Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Rabu (22/7).
Ia mengatakan penelusuran mengenai video tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima tindak lanjut dari GKR Condrokirono mengenai video tersebut. Humas kemudian diminta memastikan apakah video itu pernah diproduksi oleh Pemda DIY sekaligus menelaah dugaan penggunaan teknologi AI.
"Hasil pengecekan kami menunjukkan bahwa video tersebut bukan berasal dari pengarsipan Humas Pemerintah Daerah DIY. Dari isi maupun langkah penyampaiannya, kami memastikan itu merupakan video hasil rekayasa menggunakan AI," ujar Ditya.
Menurut dia, isi video menjadi salah satu parameter kuat bahwa rekaman tersebut bukan pernyataan original Gubernur DIY. Dalam video itu terdapat narasi nan menyentuh ranah pribadi seseorang, sesuatu nan selama ini tidak pernah disampaikan Sri Sultan dalam komunikasi resmi maupun wawancara.
"Selama kami mendampingi aktivitas kehumasan, Ngarsa Dalem tidak pernah menyampaikan pernyataan nan masuk ke ranah pribadi seseorang seperti nan tergambar dalam video tersebut. Karena itu kami dapat memastikan bahwa konten tersebut bukan pernyataan beliau," kata Ditya.
Ia menjelaskan, video tiruan tersebut beredar melalui aplikasi obrolan WhatsApp, bukan melalui akun media sosial resmi Pemda DIY DIY maupun kanal lainnya.
Atas temuan video Sri Sultan tersebut, Pemda DIY memprioritaskan edukasi kepada masyarakat mengenai penyalahgunaan teknologi AI. Masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai video nan mengatasnamakan pemerintah maupun pejabat publik, terlebih jika memuat rayuan alias pernyataan nan tidak pernah disampaikan melalui kanal resmi.
"Kami mau masyarakat semakin memahami bahwa teknologi AI dapat disalahgunakan untuk membikin konten nan tampak meyakinkan. Karena itu, setiap menerima video alias info nan mengatasnamakan Pemda DIY maupun Bapak Gubernur (Sri Sultan), pastikan terlebih dulu sumbernya sebelum mempercayai alias menyebarkannya," ujar Ditya. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·