Mobil listrik.(MI)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan ekosistem mobil listrik Indonesia sedang dibangun di area Purwakarta-Subang, Jawa Barat, dengan sasaran produksi besar-besaran paling lambat pada 2028.
“Kalau tidak salah tidak jauh dari sini, perjalanan ke Purwakarta Subang di kilometer 84 ada kompleks besar kita sedang bangun mobil listrik Indonesia nan kita berambisi paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran,” kata Prabowo dalam peluncuran motor listrik nasional dan ekosistem pendukung di Bekasi, Kamis.
Prabowo menilai pembangunan ekosistem kendaraan listrik tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia mengembangkan teknologi dan mengurangi ketergantungan terhadap daya dari luar negeri.
Menurutnya, Indonesia mempunyai sumber daya alam nan besar sehingga kudu bisa mengelola kekayaan tersebut dengan penguasaan pengetahuan pengetahuan dan teknologi.
“Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah keahlian bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut,” ujarnya.
Prabowo mengatakan pengembangan kendaraan listrik perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari motor, mobil, bus, hingga traktor listrik, sehingga penggunaan listrik sebagai sumber daya utama dapat semakin luas.
Ia menyebut Indonesia setiap tahun mengeluarkan devisa sekitar 28-30 miliar dolar AS untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), sehingga pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap daya dari luar negeri.
“Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai daya utama, kita bakal lebih aman, kita bakal lebih sejahtera,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengapresiasi golongan upaya nan berani mengembangkan industri motor listrik nasional meskipun menghadapi persaingan dari negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China.
Prabowo mengatakan penggunaan motor listrik dapat memberikan penghematan biaya mobilitas harian minimal 50% dibandingkan motor berbahan bakar bensin, apalagi dapat mencapai 70%.
“Memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin penghematannya minimal 50% pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu. Minimal 50%, apalagi bisa sampai 70% di ujungnya,” katanya.
Pemerintah, kata Prabowo, juga bakal menyiapkan skema untuk mendorong masyarakat beranjak dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik, termasuk kemungkinan tukar tambah kendaraan lama dengan kendaraan baru.
Selain kendaraan listrik, pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt (GW) dalam empat tahun serta mendorong pengurangan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar diesel.
Prabowo juga mengapresiasi pencapaian produsen motor listrik nasional nan telah memproduksi 20 ribu unit dan mendorong peningkatan produksi hingga 200 ribu unit dan selanjutnya mencapai dua juta unit. (Ant/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·