loading...
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti. Foto/BKHM
JAKARTA - Salah satu agenda strategis untuk mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045, ialah transformasi pendidikan nasional lewat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan terus dipercepat pemerintah. Tak hanya menyasar perbaikan gedung sekolah, program ini juga diarahkan membangun ekosistem pendidikan nan lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan, revitalisasi bukan sekadar membangun gedung baru alias memperbaiki gedung rusak, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dia menuturkan, pendidikan itu investasi.
“Dana pendidikan bukan spending nan lenyap begitu saja, tetapi investasi untuk membangun generasi Indonesia nan unggul," ujar Abdul Mu'ti dalam Dialog Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertema ‘Membangun Sekolah Bermutu dan Pembelajaran Bermakna untuk Semua’, Selasa (7/7/2026).
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Dia percaya bahwa dengan lingkungan bentuk nan bersih, aman, dan nyaman bisa meningkatkan motivasi belajar siswa, nan pada akhirnya menentukan kualitas pembelajaran dan kualitas sumber daya manusia bangsa. "Hasil pembangunan pendidikan memang tidak bisa dilihat dalam satu alias dua tahun. Dampaknya baru bakal terasa dalam 10 hingga 20 tahun ke depan. Apa nan kita tanam hari ini bakal dipanen pada 2045," tuturnya.
Maka itu, pemerintah tidak hanya membangun prasarana fisik, tetapi juga memperkuat empat fondasi transformasi pendidikan, ialah peningkatan kualitas pembimbing (pedagogical infrastructure), penyempurnaan izin (legal infrastructure), pembangunan budaya sekolah nan positif (cultural infrastructure), serta penyediaan sarana pembelajaran nan modern dan memadai.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·