Pemerintah Buka 150.000 Lowongan Magang, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berbareng Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya meluncurkan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Tahun 2026 di Jakarta, Senin (29/6/2026). Pada angkatan II ini, pemerintah meningkatkan kuota peserta dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang sebagai upaya memperluas kesempatan lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja sekaligus mempercepat transisi mereka ke bumi kerja.

Adapun pendaftaran mitra penyelenggara dan pengajuan lowongan melalui platform SIAPKerja dibuka mulai 29 Juni hingga 15 Juli 2026. Adapun pendaftaran peserta berjalan pada 15-28 Juli 2026, proses seleksi dilaksanakan pada 29 Juli-5 Agustus 2026, dan peserta nan dinyatakan lolos dijadwalkan mulai mengikuti pemagangan pada 10 Agustus 2026. Kick Off MagangHub Angkatan II Batch I bakal dilaksanakan pada 11 Agustus 2026.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan peningkatan kuota tersebut merupakan tindak lanjut atas pertimbangan penyelenggaraan angkatan pertama nan menunjukkan hasil positif dalam mendukung penyerapan tenaga kerja. Karena itu, pemerintah terus menyempurnakan penyelenggaraan program agar manfaatnya semakin luas dan semakin bisa menjawab kebutuhan bumi upaya dan industri.

"Ini tentu menjadi berita baik bagi adik-adik kita yan g baru lulus dari perguruan tinggi. Penambahan kuota ini merupakan corak komitmen pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju bumi kerja," kata Yassierli.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat meninjau penyelenggaraan program pemagangan nasional di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Puteri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026). (Dok. Kemnaker)Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat meninjau penyelenggaraan program pemagangan nasional di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Puteri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026). (Dok. Kemnaker) Foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat meninjau penyelenggaraan program pemagangan nasional di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Puteri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026). (Dok. Kemnaker)

Selain meningkatkan jumlah peserta, pemerintah juga memperkuat kualitas penyelenggaraan program. Perusahaan, kementerian, dan lembaga terlebih dulu menyampaikan kebutuhan posisi magang nan tersedia. Selanjutnya, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan verifikasi untuk memastikan posisi tersebut sesuai dengan kompetensi dan latar belakang pendidikan calon peserta.

Yassierli menambahkan, proses seleksi mitra penyelenggara juga dilakukan secara ketat agar peserta memperoleh pengalaman kerja nan relevan dengan kebutuhan bumi upaya dan industri serta mempunyai kesempatan lebih besar untuk mengembangkan pekerjaan setelah menyelesaikan masa magang.

Selain memperoleh pengalaman kerja, seluruh peserta nan sukses menyelesaikan Program Pemagangan Nasional (Maga ngHub) juga bakal mendapatkan fasilitasi sertifikasi kompetensi secara cuma-cuma sesuai dengan bagian skill masing-masing. Fasilitas tersebut diharapkan semakin memperkuat daya saing lulusan lantaran mempunyai pengakuan kompetensi nan dibutuhkan bumi upaya dan industri.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada kementerian, lembaga, bumi usaha, serta seluruh pihak nan telah mendukung penyelenggaraan program ini. Pemagangan merupakan salah satu program prioritas nan mendapat pengarahan langsung dari Presiden. Karena itu, kami terus melakukan penyempurnaan agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan pemerintah terus memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi ke bumi kerja melalui program nan semakin inklusif.

Menurut Teddy, penyelenggaraan MagangHub Angkatan II tidak hanya terbuka bagi lulusan baru jenjang sarjana, tetapi juga bagi lulusan pendidikan pekerjaan serta penyandang disabilitas. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses terhadap kesempatan kerja nan setara.

"Pemerintah mau memastikan lulusan perguruan tinggi mempunyai kesempatan nan lebih luas untuk memasuki bumi kerja. Karena itu, program ini tidak hanya memperkuat keahlian dan pengalaman kerja, tetapi juga membuka akses nan lebih inklusif agar semakin banyak anak muda memperoleh kesempatan kerja nan layak," ujar Teddy.

(wur/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya