Ilustrasi.(Magnific)
PEMERINTAHAN Donald Trump telah memfinalisasi kerangka kerja sukarela nan direncanakan untuk mengevaluasi model-model kecerdasan buatan (AI) baru. Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pihak kepresidenan bakal mengadakan pertemuan dengan mitra industri pada Selasa (4/8) untuk membahas perincian penerapan tersebut.
Meskipun pejabat tersebut belum memberikan rincian spesifik mengenai isi kerangka kerja, langkah ini merupakan tindak lanjut dari perintah pelaksana nan ditandatangani Presiden Trump pada Juni lalu. Arahan tersebut bermaksud untuk meningkatkan keamanan dan penemuan AI dengan membentuk program bagi perusahaan teknologi untuk secara sukarela berbagi model baru nan kuat dengan pemerintah sebelum dirilis ke publik.
Fokus pada Keamanan dan Inovasi
Perintah pelaksana tersebut menekankan bahwa pemerintah federal tidak mau menghalang penemuan dengan izin nan terlalu membebani. Sebaliknya, kebijakan ini dirancang untuk memperkuat sistem keamanan siber nasional melalui pemanfaatan teknologi AI.
Dalam kerangka kerja ini, terdapat proses untuk mengidentifikasi sesuatu yang disebut sebagai model perbatasan--sistem AI nan berada di garis depan bagian teknologi. Pemerintah bakal bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan nan bersedia memberikan akses kepada pemerintah federal untuk meninjau model-model tersebut selama hingga 30 hari sebelum peluncuran resmi.
Mitigasi Risiko Keamanan Siber
Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa keahlian model AI tingkat lanjut dapat digunakan untuk tujuan jahat, seperti mengidentifikasi kerentanan perangkat lunak pada sistem krusial nan selama ini terabaikan. Sebagai contoh, laboratorium AI Anthropic pada April lampau mengumumkan penyediaan model baru mereka, Mythos, kepada mitra terpilih untuk memperkuat pertahanan terhadap serangan siber sebelum teknologi tersebut tersedia secara luas.
Gedung Putih menegaskan kembali bahwa kerjasama antara perusahaan AI dan pemerintah berkarakter sukarela. Kebijakan ini diklaim tidak bakal melarang para inovator AI untuk terus memajukan teknologi mereka, melainkan menciptakan lingkungan pengembangan nan lebih kondusif dan terukur.
Catatan: Pertemuan mendatang di Gedung Putih diharapkan menjadi momentum krusial bagi para pemimpin industri, termasuk tokoh seperti Sam Altman dari OpenAI, untuk menyelaraskan pengembangan AI dengan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat. (CBS/I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·