Bupati Bandung Minta Seluruh Jajaran Siaga Hadapi Kekeringan Pelayanan Air Bersih Dipercepat(Diskominfo Pemkab Bandung )
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung bergerak sigap mengantisipasi dan menangani akibat kekeringan di wilayahnya. Langkah strategis ini dibahas dalam rapat koordinasi dan pertimbangan keahlian wilayah nan dipimpin langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, pada Senin (20/7).
Dalam arahannya, Dadang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga pemerintah kecamatan. Fokus utama diarahkan pada respons sigap terhadap kebutuhan air bersih dan antisipasi potensi krisis pangan di masyarakat.
"Pemkab Bandung telah menyiapkan beragam langkah penanganan darurat, mulai dari optimasi pemanfaatan pompa air, perbaikan prasarana pipanisasi, hingga penyediaan support air bersih bagi masyarakat terdampak," ujar Dadang.
Hotline Pengaduan dan Transparansi Digital
Untuk memastikan penanganan berjalan sigap dan transparan, Bupati menginstruksikan pemanfaatan jasa hotline pengaduan nan terhubung langsung dengan grup koordinasi lintas perangkat daerah. Melalui sistem ini, setiap laporan masyarakat mengenai gangguan saluran air alias kebutuhan sarana air bersih dapat segera ditindaklanjuti oleh dinas mengenai dan Perumda Air Minum Tirta Raharja.
"Setiap laporan saya kirimkan langsung ke grup koordinasi. Di sana kita bisa langsung memberikan solusi, menentukan titik mana nan butuh pipanisasi alias support pompa air," tegasnya.
Selain itu, Dadang meminta Perumda Air Minum Tirta Raharja aktif menyampaikan perkembangan penanganan di lapangan melalui media digital. Ia menekankan pentingnya keterbukaan info untuk meningkatkan kepercayaan publik.
"PDAM silakan buat video, saya juga buat video di Instagram. Misalkan ada saluran nan putus, langsung dicek oleh Dirut, dan sampaikan hasilnya secara before-after kepada masyarakat," tambahnya.
Efisiensi Anggaran dan Penguatan SDM
Di samping penanganan kekeringan, rapat pertimbangan tersebut menyoroti penyelarasan anggaran daerah. Pemkab Bandung saat ini tengah melakukan pemetaan anggaran menyusul adanya defisit wilayah serta penurunan Dana Transfer Keuangan Daerah (TKD).
Meski demikian, Dadang menjamin bahwa anggaran untuk pelayanan dasar dan program prioritas nan menyentuh langsung masyarakat tidak bakal dikurangi. "Hari Rabu kita finalisasi. Saat ini kami sedang melakukan mapping untuk efisiensi pada program nan sekiranya kurang memberikan faedah langsung," jelasnya.
Guna menjaga stabilitas pendapatan daerah, Pemkab Bandung memperkuat kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk meningkatkan kepatuhan pajak, khususnya di sektor pariwisata.
Terakhir, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ASN dan literasi digital. Ia menginstruksikan BKPSDM untuk merumuskan program training agar aparatur lebih responsif, adaptif terhadap teknologi, dan ahli dalam memberikan pelayanan publik. (AN/I-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·