Ketersediaan air di Sungai di Tersono, Kabupaten Batang tetap mencukupi kebutuhan untuk pengairan di sawah, namun BPBD menyiapkan support air bersih untuk warga.(MI/Akhmad Safuan)
MENGANTISIPASI musibah kekeringan nan mengakibatkan berkurangnya pasukan air hingga berpotensi kandas panen, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, Jawa Tengah menyiapkan pompa air di 50 desa area rawan kekeringan.
Pemantauan Media Indonesia Senin (20/7) meskipun hingga saat ini Kabupaten Batang tetap kondusif dari musibah kekeringan, namun puluhan desa di sejumlah kecamatan merupakan area rawan kekeringan, sehingga beragam langkah dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya musibah tersebut.
Selain menyediakan air bersih untuk support kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang berbareng PDAM dan PMI Batang telah siap untuk mendistribusikan support air bersih untuk warga. "Sebanyak15 kecamatan di wilayah ini tetap akan, tetapi kita siapkan persediaan air bersih untuk bantuan, " ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Batang Wawan Nurdiansyah.
Tidak hanya kekuatan air bersih sebagai akibat kekeringan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang juga melakukan antisipasi terhadap kekurangan air untuk mengaliri sawsh di musim kemarau ini terutama di desa masuk area rawan kekeringan nan tersebar di sejumlah kecamatan.
Sekretaris Dispaperta Kabupaten Batang Syam Manohara mengatakan di sejumlah area rawan kekeringan nan tersebar di sejumlah kecamatan seperti , Reban, Tersono, Bawang, Wonotunggal, Bandar dan Blado menjadi perhatian serius di musim tandus saat ini, sehingga beragam antisipasi dilakukan agar tidak mengalami kandas penen.
"Sesuai dengan hasil koordinasi dengan BPBD Batang, terdapat sejumlah area rawan kekeringan, sehingga beragam upaya dilakukan sebagai antisipasi kandas panen akibat sawah kekurangan air, " ujar Syam Manohara.
Sebagai antisipasi tersebut, lanjut Syam Manohara, sedikitnya 50 desa di area area rawan kekeringan telah menyiapkan pompa air guna dapat mengairi sawah untuk menghindari kekeringan, lantaran saat musim tandus berkepanjangan debit air irigasi dipastikan bakal menyusut sehingga berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.
Selain telah menyiapkan pompa air di desa rawan kekeringan, ungkap Syam Manohara, Dispaperta Batang juga tetap menyiapkan pompa air persediaan nan dapat digunakan saat dibutuhkan. "Kita juga meminta agar petani melakukan penanaman dapat menyesuaikan kondisi dengan kesiapan air di saluran irigasi, " tambahnya. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·