Pemkot Bandung Fasilitasi 40 Pekerja ke Jepang dengan Pelatihan Gratis

1 jam yang lalu 3
Pemkot Bandung Fasilitasi 40 Pekerja ke Jepang dengan Pelatihan Gratis Pemkot Bandung menyelenggarakan job fair dan training kerja gratis.(Dok Diskominfo Kota Bandung)

PEMERINTAH Kota Bandung terus memperluas kesempatan kerja bagi warganya melalui penyelenggaraan job fair dan program penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Tak hanya membuka ribuan lowongan pekerjaan di dalam negeri, pemkot juga memfasilitasi keberangkatan puluhan penduduk Kota Bandung untuk bekerja di Jepang dengan subsidi training bahasa hingga Rp10 juta per orang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana Kamis (30/7) menyatakan, job fair nan digelar kali ini merupakan penyelenggaraan keempat sepanjang tahun. Kegiatan tersebut menyediakan sekitar 3.000 lowongan kerja dengan antusiasme pencari kerja nan tinggi.

“Setiap job fair rata-rata dihadiri sekitar 2.000 pencari kerja. Untuk aktivitas kali ini tersedia sekitar 3.000 lowongan sementara nan mendaftar melalui sistem tiket sebanyak 1.500 orang,” paparnya.

Yayan mengungkapkan, hasil job fair sebelumnya nan digelar di Gedung KONI menunjukkan tingkat penyerapan tenaga kerja nan cukup baik. Dari sekitar 1.500 peserta nan terdaftar sebanyak 600 orang telah sukses memperoleh pekerjaan.

"Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Disnaker Kota Bandung juga melepas 40 penduduk nan bakal bekerja di Jepang melalui kerja sama dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)," terangnya.

Para peserta sebut Yayan, bakal menjalani perjanjian kerja selama tiga tahun di beragam sektor seperti perawatan lansia (caregiver), pengolahan makanan, restoran hingga konstruksi. Program ini menjadi salah satu strategi untuk menekan nomor pengangguran sekaligus membuka akses pekerjaan dengan penghasilan nan lebih baik bagi masyarakat.

“Kesempatan bekerja di Jepang sangat besar. Bahkan agensi dari Jepang menyampaikan tetap ada ribuan kebutuhan tenaga kerja dan mereka sangat tertarik dengan pekerja asal Kota Bandung lantaran dikenal ulet, terampil dan kreatif,” tandasnya.

Namun demikian, Yayan mengingatkan para pekerja untuk menjaga nama baik Kota Bandung selama berada di luar negeri. Apalagi mereka sangat sensitif terhadap perilaku negatif. Kalau ada pelanggaran, bukan hanya perseorangan nan terkena dampaknya tetapi gambaran Kota Bandung juga bisa tercoreng apalagi berpotensi masuk daftar hitam.

Sementara itu lanjut Yayan, untuk meringankan beban calon pekerja migran, Pemkot Bandung memberikan subsidi training bahasa Jepang hingga level N5 senilai sekitar Rp10 juta per orang. Sedangkan kebutuhan lain seperti biaya tiket, visa hingga keberangkatan difasilitasi melalui kerja sama dengan perbankan dan pihak Jepang. Sebagian biaya dapat dicicil setelah peserta mulai bekerja di Jepang sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan biaya besar di awal.

“Kami mensubsidi training bahasanya. Untuk biaya lainnya ada nan dibantu perbankan maupun pihak Jepang sehingga peserta bisa berangkat tanpa kudu menyiapkan biaya besar di awal,” ungkapnya.

Yayan mengaku minat penduduk Kota Bandung untuk bekerja ke luar negeri tetap perlu ditingkatkan. Selama ini justru banyak peserta berasal dari luar wilayah seperti Indramayu dan Majalengka. Oleh lantaran itu, Disnaker bakal terus melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih terbuka terhadap kesempatan kerja internasional nan dinilai menjanjikan.

Jangan ragu mencari kesempatan di luar negeri. Pulang ke Indonesia kelak sudah punya pengalaman, budaya kerja nan baik, keahlian bahasa, sekaligus modal usaha.

Meski program subsidi training dari Disnaker berjalan sekitar tiga bulan, rata-rata peserta menjalani pembinaan hingga enam bulan sebelum diberangkatkan. Peserta tidak hanya belajar bahasa Jepang, tetapi juga budaya kerja, disiplin, mental dan bentuk agar siap menghadapi lingkungan kerja di Jepang.

Khusus peserta nan bekerja di sektor konstruksi, training bentuk menjadi perhatian krusial mengingat mereka kudu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem nan dapat mencapai 40 derajat Celsius saat musim panas. (AN/E-4)

Selengkapnya