Ilustrasi(ANTARA)
DINAS Pangan dan Pertanian Kota Cimahi memastikan stok dan pasokan kebutuhan pangan tetap kondusif di tengah ancaman El Nino alias musim tandus panjang.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Tita Mariam mengimbau masyarakat agar tidak cemas maupun melakukan panic buying. Meski nyaris seluruh kebutuhan pangan dipasok dari wilayah lain, ketersediaannya dipastikan tetap mencukupi.
"Untuk kesiapan pangan, alhamdulillah tetap mencukupi dan kondusif di musim tandus ini. Jadi masyarakat tidak perlu panik terhadap kebutuhan pangan, termasuk beras," kata Tita, Kamis (30/7).
Menurut Tita, Kota Cimahi bukan merupakan wilayah penghasil pangan lantaran mempunyai lahan pertanian nan sangat terbatas. Oleh lantaran itu, pemerintah wilayah terus berkoordinasi dengan wilayah penghasil serta lembaga mengenai untuk menjaga kelancaran pasokan.
"Sejauh ini kebutuhan pangan memang disuplai dari wilayah lain. Seperti beras misalnya, lantaran lahan pertanian kita sangat terbatas," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim tandus panjang, pihaknya telah menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Cadangan tersebut bakal didistribusikan kepada masyarakat andaikan terjadi kondisi darurat alias krisis pangan.
Saat ini, stok CPPD tercatat sebanyak 73.971,20 kilogram, terdiri dari 50.261,20 kilogram beras medium dan 23.710 kilogram beras premium. Seluruh persediaan beras tersebut disimpan di penyimpanan Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Bandung.
"Untuk CPPD alhamdulillah tetap tersedia sebanyak 73.971,20 kilogram, terdiri dari beras medium dan premium. Seluruh stok disimpan di penyimpanan Bulog Kancab Bandung," ungkapnya.
Selain memastikan kesiapan pangan, Pemkot Cimahi juga terus memperkuat ketahanan pangan berkepanjangan dengan meningkatkan produksi dan diversifikasi pangan, terutama komoditas umbi-umbian, pangan hewani, buah dan biji berminyak, kacang-kacangan, serta gula.
Salah satu upaya nan dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur dan lahan suboptimal melalui program urban farming. Pemerintah juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan lahan terbatas untuk bercocok tanam.
"Program ini meliputi kebun komunitas, bertani di genting rumah, hingga budikdamber (budidaya ikan dalam ember) nan cocok diterapkan di area perkotaan dengan ruang terbatas," jelasnya.
Di sisi lain, Pemkot Cimahi juga mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan hortikultura melalui sistem pertanian berkepanjangan nan ramah lingkungan. Pengembangan upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bagian pengolahan pangan lokal juga terus diperkuat.
"Upaya ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat. Pemerintah dapat memberikan support melalui training serta akses pembiayaan agar pelaku UMKM bisa mengolah produk pangan lokal menjadi produk berbobot tambah, lebih tahan lama, dan mudah didistribusikan," pungkasnya. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·