Ilustrasi(Magnific.com)
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan resmi meluncurkan program Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (Tb) sebagai langkah proaktif dalam menekan nomor penularan penyakit menular tersebut di wilayahnya. Program ini menargetkan pemeriksaan terhadap 1.350 penduduk nan masuk dalam kategori berisiko alias kontak erat.
Langkah ini diambil untuk mempercepat penemuan kasus TBC secara dini, sehingga pasien dapat segera mendapatkan pengobatan nan tepat dan memutus rantai penularan di tengah masyarakat. Melalui metode jemput bola, petugas kesehatan bakal melakukan skrining secara aktif tanpa menunggu masyarakat datang ke akomodasi kesehatan.
Target Sasaran dan Skrining Masif
Program ACF ini menyasar 1.350 penduduk nan tersebar di beragam wilayah di Kota Pekalongan. Fokus utama pemeriksaan diberikan kepada golongan rentan, termasuk mereka nan mempunyai riwayat kontak erat dengan penderita Tb aktif, penduduk di lingkungan padat penduduk, serta golongan masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu nan rentan terhadap jangkitan paru.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Pekalongan melibatkan beragam unsur tenaga kesehatan dari Puskesmas dan dinas terkait. Proses skrining dilakukan melalui pemeriksaan indikasi klinis serta pemeriksaan penunjang lainnya untuk memastikan pemeriksaan nan akurat.
Komitmen Penanggulangan Tuberkulosis
Peluncuran program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pekalongan dalam mendukung sasaran nasional eliminasi TBC. Dengan ditemukannya kasus secara lebih awal melalui Active Case Finding, diharapkan nomor keberhasilan pengobatan dapat meningkat dan nomor kematian akibat Tb dapat ditekan secara signifikan.
Pemkot juga mengimbau masyarakat untuk kooperatif dan tidak takut mengikuti proses skrining. Kesadaran penduduk untuk memeriksakan diri menjadi kunci utama dalam keberhasilan program ini, mengingat Tb merupakan penyakit nan dapat disembuhkan dengan pengobatan rutin dan disiplin.
Catatan Redaksi:
Melalui integrasi antara penemuan awal dan pendampingan pengobatan, Kota Pekalongan optimistis dapat menciptakan lingkungan nan lebih sehat dan bebas dari ancaman Tuberkulosis di masa depan.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·