Pemprov Jabar Dorong Penguatan Kompetensi Psikolog Klinis untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Jiwa

2 hari yang lalu 4
Pemprov Jabar Dorong Penguatan Kompetensi Psikolog Klinis untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Jiwa Ilustrasi(Dok Diskominfo Jabar )

UNTUK meningkatkan jasa dan kualitas kesehatan jiwa bagi masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), mendorong dilakukannya penguatan kompetensi psikolog klinis di puskesmas dan rumah sakit. 

Ini dikatakan Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Jabar, Samantha Dewi Erwan Setiawan pada Workshop Penguatan Kompetensi Psikolog Klinis Puskesmas dan Rumah Sakit dalam Praktik dan Peran sebagai Pembimbing Klinis Lapangan di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Sabtu (18/7)). Workshop diikuti perwakilan psikolog klinis dari puskesmas dan rumah sakit di kabupaten/kota se-Jawa Barat.

"Kegiatan ini bermaksud meningkatkan kompetensi psikolog klinis dalam praktik ahli sekaligus memperkuat peran mereka sebagai pembimbing klinis lapangan untuk mendukung pelayanan kesehatan jiwa nan berkualitas," tuturnya.

Samantha berambisi aktivitas ini membawa faedah bagi semua, khususnya bagi Ibu dan Bapak nan menjadi perwakilan di rumah sakit dan puskesmas kabupaten/kota di Jabar. Selamat mengikuti aktivitas ini dan terima kasih kepada seluruh peserta nan telah hadir.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman menyatakan bahwa penguatan kompetensi psikolog klinis kudu diikuti dengan ekspansi jangkauan pelayanan hingga menyentuh masyarakat secara langsung.

"Psikolog klinis bukan menunggu masyarakat datang, tidak bisa. Psikolog klinis nan kudu datang ke masyarakat, nguriling, makanya kompetensi psikolog klinis menjadi sangat relevan, bukan untuk mencari area nyaman, no," terangnya.

Menurut Herman, Jabar tetap menghadapi tantangan sosial dengan tingkat kemiskinan sebesar 6,78 persen dan pengangguran sebesar 6,64 persen nan tersebar di 27 kabupaten/kota, 627 kecamatan, 5.312 desa dan 645 kelurahan. Ia berharap, psikolog klinis dapat datang di puskesmas di 5.312 desa.

"Saya juga membujuk seluruh psikolog klinis untuk terus meningkatkan kompetensi agar bisa menjawab beragam persoalan kesehatan jiwa di tengah masyarakat," tandasnya.

Sementara itu Ketua Kolegium Psikologi Klinis, Indria Laksmi Gamayanti berambisi Jabar dapat menjadi pelopor dalam penguatan jasa ilmu jiwa klinis di tingkat puskesmas melalui beragam program training nan berkelanjutan.

"Melalui beragam pelatihan, para psikolog diharapkan semakin siap menjalankan perannya dan semakin dekat dengan masyarakat," terangnya.

Indria menyebut, peningkatan kompetensi menjadi langkah krusial agar psikolog klinis bisa memberikan pelayanan nan ahli sekaligus menjawab beragam persoalan kesehatan jiwa nan dihadapi masyarakat. Ia juga mengapresiasi Pemprov Jabar nan telah memfasilitasi training bagi psikolog klinis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bagian kesehatan.

"Langkah ini diharapkan menjadi awal nan baik dalam menghadirkan psikolog nan semakin kompeten demi kebermanfaatan bagi masyarakat Jawa Barat," sambungnya. (H-2)

Selengkapnya