Ilustrasi(Dok. Istimewa)
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) resmi menerima peralihan pengelolaan area Jalan Cihampelas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Sinergi strategis ini ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) nan berjalan di Balai Kota Bandung pada Rabu (29/7).
Langkah pengalihan aset ini menjadi titik awal penataan menyeluruh Teras Cihampelas. Tujuannya adalah mengembalikan muruah area tersebut sebagai pusat industri kreatif, barometer fesyen, serta lokasi wisata unggulan di Kota Kembang.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa kerjasama antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung merupakan langkah konkret dalam menuntaskan persoalan perkotaan. Menurutnya, peran pemerintah provinsi sekarang bertransformasi, tidak lagi sebatas mengurus kebijakan administratif, tetapi juga terjun langsung ke urusan teknis pembangunan lapangan.
"Provinsi Jabar saat ini tidak lagi sekadar mengurusi administrasi, tetapi juga perihal teknis. Barangkali ini pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah provinsi membangun trotoar dan taman. Fokus penataan seperti ini diperuntukkan bagi area pusat perkotaan, sementara untuk wilayah pedesaan kami fokuskan pada pembangunan prasarana jalan," ujar Dedi.
Target Rampung Oktober
Pascapenyerahan aset, Pemprov Jabar bakal bergerak sigap menyelesaikan proses manajemen sebagai landasan dimulainya pengerjaan fisik. Gubernur menargetkan seluruh proses, mulai dari lelang hingga pengerjaan di lapangan, dapat melangkah transparan dan cepat.
"Urusan manajemen dan segala macamnya ditargetkan selesai dalam satu bulan, sehingga Oktober seluruh pengerjaan bentuk sudah rampung," terangnya. Ia juga menjamin proses lelang bakal dilakukan secara terbuka untuk publik guna menjaga integritas dan mencegah praktik penyimpangan.
Dedi optimistis, wajah baru Cihampelas nantinya bakal bersinergi dengan beroperasinya kembali jasa penerbangan di Bandara Husein Sastranegara. Hal ini diharapkan bisa mendongkrak kunjungan visitor mancanegara, terutama dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
"Dengan beroperasinya kembali Bandara Husein, saya percaya bakal semakin banyak turis nan datang. Karena sumber pendapatan kota bertumpu pada pajak hotel dan restoran, area publik kudu ditata semenarik mungkin agar mengundang banyak kunjungan," tambahnya.
Sinergi Pemprov dan Pemkot
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan apresiasi tinggi atas kerjasama strategis ini. Ia menyebut bahwa kerja sama ini telah membuahkan hasil pada beberapa proyek vital di Kota Bandung.
"Alhamdulillah, sekarang telah terjalin sinergi nan luar biasa antara pemkot dan pemprov. Dari tiga rumor utama nan sempat kami telaah berbareng gubernur, semuanya sudah melangkah baik. TPPAS Legok Nangka sudah groundbreaking, dan Teras Cihampelas resmi diserahterimakan," kata Farhan.
Alih kelola ini diharapkan tidak hanya sekadar membenahi prasarana fisik, tetapi juga menjadi stimulus kuat untuk menghidupkan kembali degub ekonomi imajinatif dan perdagangan di jantung Kota Bandung. (AN/I-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·