Penanaman Pohon dan Pelepasan Tukik, Aksi Konservasi di Pantai Lembupurwo Kebumen

1 jam yang lalu 2
Penanaman Pohon dan Pelepasan Tukik, Aksi Konservasi di Pantai Lembupurwo Kebumen Ilustrasi(MI/LILIK DARMAWAN)

UPAYA menjaga kelestarian ekosistem pesisir terus dilakukan di Pantai Lembupurwo, Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. 

Bertepatan dengan peringatan Hari Konservasi Nasional, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah berbareng Pemkab Kebumen dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Cemara menggelar tindakan konservasi, Rabu (19/8).

Kegiatan tersebut ditandai dengan pelepasan 100 tukik penyu ke laut, penanaman 900 bibit mangrove, serta 100 pohon pinus laut. Aksi ini menjadi bagian dari support terhadap keberlanjutan lingkungan pesisir sekaligus penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Supervisor HSSE Fuel Terminal Lomanis, Ahsanul Khalis, mengatakan konservasi tersebut merupakan corak kepedulian Pertamina terhadap kelestarian lingkungan, khususnya area pesisir di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurut dia, pelepasan tukik dilakukan untuk membantu menjaga populasi penyu nan saat ini menghadapi ancaman kelangkaan. Sementara penanaman mangrove dan pinus laut diharapkan dapat memperkuat perlindungan pantai dari pengikisan sekaligus mendukung penyerapan karbon.

"Kegiatan pelepasan tukik dilakukan untuk mencegah kelangkaan populasi penyu nan saat ini sudah dikategorikan hewan langka. Penanaman pinus dan mangrove diharapkan bisa membantu menahan pengikisan di pantai sekaligus mendukung penyerapan karbon," kata Ahsanul.

Pertamina, lanjut dia, juga berambisi area Lembupurwo dapat berkembang sebagai lokasi wisata berbasis konservasi nan ramah lingkungan. Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat dan visitor untuk mengenal konservasi penyu, mangrove, dan pinus laut.

Dukungan Pertamina terhadap golongan konservasi di Lembupurwo telah memasuki tahun kedua. Selain aktivitas penanaman dan pelepasan tukik, perusahaan juga memberikan support berupa pembangunan balai golongan konservasi, akomodasi sanitasi, serta support modal untuk menunjang aktivitas konservasi penyu.

Ketua KTH Cemara Desa Lembupurwo, Munadi, mengatakan area Pantai Lembupurwo pada awalnya merupakan hamparan pasir nan nyaris tidak mempunyai vegetasi. Kondisi tersebut membikin area terasa sangat panas ketika musim tandus dan rentan terhadap terpaan angin laut.

Penghijauan mulai dilakukan pada 2008. Upaya tersebut diprakarsai perangkat Desa Lembupurwo, Cokroaminoto, dengan melibatkan masyarakat dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada.

Upaya penghijauan dilakukan secara berjenjang hingga area pesisir tersebut sekarang berkembang menjadi rimba pinus dan mangrove. Saat ini, luas area mangrove mencapai sekitar 20 hektare, sedangkan rimba pinus mencapai sekitar 50 hektare.

Munadi mengatakan keberadaan vegetasi pesisir memberikan faedah besar bagi masyarakat. Selain membantu mencegah abrasi, pinus laut juga berfaedah mengurangi terpaan angin laut nan membawa kadar garam serta memperlambat kecepatan angin menuju permukiman.

"Tujuan kami selain melestarikan lingkungan, faedah pinus bagi pantai sangat besar, terutama untuk penanggulangan abrasi, menahan angin nan membawa kadar garam, dan menahan angin puting beliung," ujarnya.

Menurut Munadi, sebelum area tersebut ditanami cemara, angin kencang apalagi kerap menerjang hingga ke permukiman warga. Setelah vegetasi tumbuh, kecepatan angin nan mencapai area permukiman menjadi lebih rendah.

Selain melakukan rehabilitasi vegetasi pesisir, masyarakat Lembupurwo juga aktif menjaga keberadaan penyu nan mendarat untuk bertelur di area pantai tersebut.

Sejak akhir 2022, golongan konservasi mencatat sekitar 25 indukan penyu nan mendarat dan bertelur di area Pantai Lembupurwo. Program konservasi penyu kemudian melangkah lebih efektif sejak 2023. Dari upaya tersebut, sekitar 1.500 tukik telah sukses ditetaskan dan dilepasliarkan ke laut.

Pelepasan tukik menjadi bagian krusial dari upaya menjaga keberlanjutan populasi penyu sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan satwa dan ekosistem pesisir.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen, Endah Dwiyanti, mengapresiasi support Pertamina terhadap aktivitas konservasi pesisir di Lembupurwo.

Menurut dia, penanaman 900 bibit mangrove, 100 pinus laut, dan pelepasan 100 tukik merupakan tindakan nyata nan sesuai dengan kebutuhan konservasi area pesisir selatan Kebumen. "Desa Lembupurwo menjadi salah satu letak Program Kampung Iklim (ProKlim) unggulan Kabupaten Kebumen sejak 2024, dengan salah satu aktivitas utamanya berupa konservasi penyu. Kawasan tersebut telah memperoleh kategori ProKlim Pratama," kata Endah.

“Kami berambisi Pantai Lembupurwo dapat terus dikembangkan sebagai ruang kerjasama untuk konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Pengembangan area juga diarahkan untuk memperkuat penyelenggaraan ProKlim, rehabilitasi ekosistem pesisir, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat,”tambahnya. (H-2)

Selengkapnya